nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pidato Menteri Nadiem yang Membuat Tersentak

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 07:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 65 2136111 pidato-menteri-nadiem-yang-membuat-tersentak-8CSj2YMiwa.jpg Nadiem Makarim (Inews TV)

JAKARTA – Ada yang berbeda pada pelaksanaan peringatan Hari Guru Nasional 2019. Biasanya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan membacakan pidatonya saat upacara hari nasional. Namun tidak dengan tahun ini.

Sebelum, Mendikbud Nadiem Makarim membacakannya, pidato itu terlebih dahulu telah viral di media sosial dan aplikasi Whatsapp. Bahkan pada upacara, pidato itu tidak dibacakan melainkan ditampilkan melalui sebuah video di handphone miliknya.

Fenomena ini pun menarik perhatian banyak pihak, termasuk Ikatan Guru Indonesia. Berikut beberapa fakta menarik seputar kejadian-kejadian pada Hari Guru Nasional yang Okezone rangkum, Jumat (1/12/2019).

 Baca juga: Pandangan Sederet Mantan Mendikbud Soal Guru, dari Anies hingga Muhadjir

Jokowi

1.Ucapan Hari Guru Nasional dari Presiden Jokowi

Melalui unggahannya, Jokowi mengatakan bahwa di tengah arus kemajuan dunia dan juga perkembangan teknologi yang semakin mutakhir. Namun begitu, para guru tetap dituntut untuk tidak sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dengan lebih kreatif dan menyenangkan.

"Dunia berkembang dan berubah cepat, teknologi kian mutakhir. Dan di tengah perubahan itu, para guru dituntut untuk tidak sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dengan lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan," tulis Jokowi.

 Baca juga: Pidato Viral Nadiem, Ketum Ikatan Guru Tunggu Implementasi

2. Guru adalah Penggerak Indonesia Maju

Jokowi menambahkan, guru bahkan dapat menumbuhkan empati sosial pada diri anak didik, serta membangun imajinasi dan kreativitas. Tak hanya itu, yang terpenting, guru dapat mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Guru adalah penggerak Indonesia Maju. Terima kasih, Guru," tutup Jokowi.

3. Mendikbud Nadiem Tidak Jadi Baca Pidato

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan upacara Hari Guru Nasional. Pasalnya, teks pidatonya untuk hari ini telah beredar lebih dahulu dan viral di dunia maya.

 Baca juga: Pidato Viral Nadiem soal Hari Guru Akhirnya Dibacakan Ganjar Pranowo

Ternyata, dirinya pun mengetahui bahwa teks tersebut menjadi viral. Oleh sebab itu, Nadiem saat Pidato Upacara tersebut tidak membacakan teks tersebut.

"Saya yakin bapak-bapak dan ibu-ibu sudah membaca naskah hari guru nasional sehingga saya tidak mengulang lagi di upacara ini," ujarnya dalam pidato Hari Guru Nasional, Jakarta.

Akan tetapi, lanjutnya, pihak Kemendikbud menyiapkan sebuah video yang sesuai dengan isi teks yang viral tersebut. Hal ini pun guna bisa tersebar di seluruh masyarakat Indonesia.

"Namun kami sudah menyiapkan sebuah video pidato hari guru nasional yang akan kita sajikan," ujarnya.

4. Pidato Nadiem dibacakan Gubernur Jateng Ganjar

Pidato Hari Guru Nasional yang viral tidak dibacakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Namun dibacakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat upacara peringatan Hari Guru di SMAN 1 Semarang.

Dengan suara lantang dan berirama, Ganjar membacakan pidato dua halaman yang telah viral di media sosial itu. Tepuk tangan bergemuruh dari ribuan peserta upacara usai Ganjar selesai membacakan pidato itu. Sontak saja, Ganjar langsung menanyakan kepada peserta, tentang isi pidato itu.

 Nadiem

"Ini pidato Mas Menteri yang fenomenal. Saya tanya, siapa yang setuju isi pidato Mas Menteri angkat tangan," tanya Ganjar.

Sontak seluruh peserta langsung mengangkat tangannya. Tanpa komando, mereka menyatakan sepakat dengan isi pidato Nadiem itu. "Setuju Pak, demi pendidikan kita yang lebih baik," teriak mereka.

5. Pidato Hari Guru Kali Ini Dapat Pujian

Gubernur Jateng Ganjar menegaskan, pidato Mendikbud memang fenomenal. Selain singkat dan langsung mengena pada pokok persoalan, Nadiem ingin membuat sebuah gebrakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

"Mas Nadiem ingin memberikan ruang dan waktu lebih banyak pada guru untuk berinovasi dan berkreasi. Guru-guru diminta membuat terobosan dan menyiapkan siswanya siap saat terjun ke masyarakat," kata Ganjar.

Dirinya menyatakan menyambut baik satu pikiran yang revolusioner tersebut. Bahkan, Ganjar menawarkan diri untuk menjadi tempat uji coba perubahan tersebut. "Jateng siap menjadi uji coba perubahan revolusioner dalam bidang pendidikan ini," tegasnya.

6. Janji Nadiem ditunggu oleh Ikatan Guru Indonesia

Dalam pidato viral Nadiem, Dia mengungkapkan kalau dirinya tidak akan membuat janji kosong. Sebab, Nadiem mengaku ingin berjuang untuk kemerdekaan belajar.

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," tegasnya dalam sebuah video.

Dengan pernyataan heboh tersebut, tentu mengundang berbagai respons. Salah satunya adalah dari Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim, Dia mengatakan kalau semua pihak akan menunggu implementasi dari janji Nadiem itu.

"Pak Nadiem sudah berjanji menyederhanakan mata pelajaran, beban administrasi guru, dan kurikulum yang terlalu mengikat. Maka dari itu kita tunggu implementasinya," kata Ramli saat dihubungi Okezone.

7. Sederet Pidato Mendikbud dari Masa ke Masa

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh hari ini, penting bagi setiap orang untuk tetap menghargai guru mereka. Lebih-lebih, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merangkum ucapan-ucapan para mantan Mendikbud dan Mendiknas dari segala periode soal peran guru.

"Tidak ada satu pun orang sukses di dunia ini yang lepas dari sentuhan guru. Guru rela menjadikan muridnya menjadi orang sukses, bahkan ikhlas menjadikannya lebih sukses daripada anaknya sendiri," ujar Mendikbud Kabinet Kerja I Muhadjir Effendy, dikutip dari akun resmi Instagram Kemendikbud.

Tidak hanya beliau, Gubernur DKI Jakarta yang sekaligus Mantan Mendikbud Anies Baswedan juga memberikan komentarnya terhadap guru. Baginya, guru adalah sosok yang menghadirkan pencerahan untuk menyudahi kegelapan.

"Guru sudahi kegelapan dan hadirkan pencerahan. Ia pantik imajinasi, tumbuhkan hasrat belajar, dan gerakkan anak didiknya untuk terus berkarya. Pada anak didiknya terpancar tanda jasa dan pahala Guru. Pada Guru, kita titipkan persiapan masa depan Indonesia. Pada guru, ungkapan terima kasih bangsa kami haturkan," jelas Anies.

Di sisi lain, Mantan Mendiknas era 2004-2009 Bambang Sudibyo turut buka suara perihal guru. Menurutnya, guru adalah pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih.

"Guru itu memang pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena memang di situ lah martabat sejati dari guru," ungkapnya.

8. Nasib Guru

 

Fenomena ketidakadilan terhadap guru masih terus melanda di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Pasalnya, mereka memiliki beberapa masalah besar, terutama beban hidup.

Rupanya, guru-guru yang berada di daerah terpencil hanya mendapatkan upah sebesar Rp100.000 per bulan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim.

"Ada masalah yang guru hadapi di daerah terpencil, yaitu beban hidup. Mereka cuma dibayar Rp100.000 per bulan loh, emangnya cukup hidup cuma Rp100.000 per bulan?" ujar Ramli geram saat dihubungi Okezone.

Lebih lanjut, Ramli juga mengutarakan kalau sering kali upah tersebut baru dibayarkan setelah 3 bulan. "Dan itu kadang ada yang ngerasain gak langsung dibayar tuh upahnya. Pas 3 bulan baru dibayar," tukasnya.

9. Menkeu Sri Mulyani Tersindir dengan Pidato Nadiem

 

Viralnya pidato dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Hari Guru Nasional ternyata sampai kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan ketika membaca teks pidato Nadiem, Sri Mulyani merasa tersindir.

Pasalnya, dalam pidato tersebut terkuak fakta masih sulitnya laporan pertanggungjawaban keuangan. Di dalam pidato tersebut juga terselip fakta jika guru saat ini ternyata harus dibebankan oleh pertanggungjawaban keuangan.

"Bicara kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Saya lihat di surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban keuangan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat terkena (merasa) disentil," ujarnya dalam acara CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini