nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prajurit TNI Evakuasi Nenek Renta yang Telantar di Gubuk Reyot

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 17:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 30 340 2136349 prajurit-tni-evakuasi-nenek-renta-yang-telantar-di-gubuk-reyot-stSj7XOX2X.jpg Foto Istimewa

SANGGAU - Di era serba modern ini ternyata masih ada rakyat Indonesia yang belum mendapat kehidupan layak. Seperti Sempel. Seorang nenek renta di Dusun Sungai Ima, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Perempuan berusia 76 tahun ini berjuang hidup seorang diri di sebuah gubuk reyot. Tak ada perabotan dalam gubuk berukuran 3x3 meter itu. Hanya selembar tikar lusuh sebagai alas tidurnya di gubuk yang hampir roboh itu.

Matanya yang tidak bisa melihat karena katarak dan bengkak di sekujur tubuh, membuat Sempel hanya mampu beringsut diantara lubang-lubang lantai kayu yang lapuk.

Ketika memasuki gubuk, bau kotoran dan sampah langsung menyambut siapa saja yang datang. Gubuk yang ditingggali sejak beberapa tahun terakhir itu juga menjadi tempat Sempel 'buang hajat' saat kebelet.

Keberadaan Sempel mulai diketahui publik sejak bidan desa bernama Yuyun bersama suaminya melakukan pendataan warga kurang mampu di Dusun Sungai Ima. Potret pilu kehidupan Sempel itu kemudian diunggah ke media sosial oleh suami Yuyun.

Kehidupan Sempel lantas menggugah rasa kemanusiaan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru. Tim kesehatan Satgas Yonif Raider 61/Bru bergerak cepat menyambangi gubuk Sempel di Dusun Sungai Ima.

"Kami sudah tawarkan pengobatan untuk nenek. Awalnya beliau menolak, tapi setelah kami yakinkan akhirnya beliau mau. Nenek Sempel sesegera mungkin kami bawa ke kota untuk pengobatannya. Kami sudah siapkan fasilitas pengobatan mata untuk nenek," ujar Komandan Satgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Jumat (29/11/2019).

 Nenenk Sempel

Kukuh menuturkan, kondisi kesehatan dan tempat tinggal Sempel memang sangat memprihatinkan.

"Beliau mandi di situ, makan di situ, masak juga di situ. Makan kadang hanya dengan nasi dan garam, kalau tidak ada makanan, menunggu pemberian dari kerabat di sekitar gubuk," jelasnya.

Tak hanya itu, nantinya terhadap Sempel akan dilakukan pendataan terkait keberadaannya di gubuk tersebut.

Sementara itu, Dokter Satgas Pamtas Raider 641/Bru Lettu CKM Suhemi menjelaskan, Sempel menderita penyakit kronis yang disebabkan tidak higienisnya sanitasi di gubuk tersebut. Selain itu, dari diagnosa sementara diduga Sempel menderita gangguan fungsi ginjal.

"Dari ciri fisiknya, ada tanda-tanda ginjalnya bermasalah. Yang sesegera mungkin harus dilakukan yaitu mengevakuasi nenek ini ke tempat yang lebih terawat kebersihannya, sambil diobati penyakitnya. Setelah semuanya stabil, baru dilakukan operasi kataraknya," tutur Suhemi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini