nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pura-Pura Beli Obat, Paman Bekap lalu Perkosa Keponakannya di Kebun Sawit

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 23:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 01 340 2136640 pura-pura-beli-obat-paman-bekap-lalu-perkosa-keponakannya-di-kebun-sawit-fAwAUu073q.jpg Pelaku pemerkosaan berinisial SR (duduk di kursi) usai ditangkap polisi (Istimewa)

PEKANBARU - Seorang perempuan berusia 18 tahun menjadi korban pemerkosaan pamannya sendiri. Pelaku berinisial SR alias Zebua (36) diduga memperkosa korban di perkebunan kelapa sawit Desa Tarai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Selain memperkosa, SR juga mengancam akan membunuh korban jika berani melaporkan perbuatannya. Namun, korban yang tak tahan dengan kelakuan bejat sang paman akhirnya melaporkan kasus itu ke Polsek Tambang.

"Setelah mendapat laporan keluarga korban, kita berhasil mencari keberadaan pelaku berinisial SR alias Zebua (36). Tersangka ditangkap di wilayah Kubang saat sedang bekerja," kata Kasubbag Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra, Minggu (1/12/2019).

 Ilustrasi

Ilustrasi (Shutterstock)

Berdasarkan keterangan korban ke polisi, pemerkosaan itu terjadi, pada 27 November 2019 sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban baru pulang kerja dan dijemput Zebua yang merupakan adik dari ibu korban. SR memang sering menjemput korban.

Dalam perjalanan pulang, pelaku mengatakan bahwa dirinya akan beli obat terlebih dahulu. Kemudian diamini oleh korban

Ternyata korban di bawa ke perkebunan sawit di Desa Tarai. Korbanpun mempertanyakan mengapa membeli obat di kebun sawit. Pelaku berupaya meyakinkan korban kalau obat yang dibelinya memang di tengah kebun sawit karena langka.

Korban mempercayai saja perkataan pamannya itu. Setelah di tengah perkebunan kelapa sawit, pelaku menghentikan sepeda motor dan meminta handphone dengan alasan untuk penerangan.

"Setelah itu pelaku langsung membekap mulut korban. Pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim. Korban sempat melakukan perlawanan, namun dianiya pelaku. Setelah memperkosa, pelaku mengancam agar tidak melaporkan hal tersebut kepada siapapun jika tidak ingin dibunuh," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini