nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditahan karena Tak Pegangan saat Naik Eskalator, Wanita Ini Dapat Ganti Rugi Rp212 Juta

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 16:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 02 18 2136953 ditahan-karena-tak-pegangan-saat-naik-eskalator-wanita-ini-dapat-ganti-rugi-rp212-juta-35CkQa4KYB.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

QUEBEC – Seorang wanita Kanada ditangkap karena tidak berpegangan saat menaiki eskalator berhak mendapatkan ganti rugi sebesar USD15 ribu (sekira 212 juta) setelah Mahkamah Agung negara tersebut.

Bela Kosoian menaiki eskalator di stasiun Montmorency Montreal Metro di Laval, Quebec, pada 2009. Namun seorang petugas menghentikannya karena dia tidak berpegangan, karena dia sedang melihat dompetnya. Sebuah tanda yang menyatakan "hati-hati" dan "pegangan tangan" terletak di dekat eskalator.

Petugas menyuruhnya memegang pegangan selama saat ia menuruni eskalator, dan petugas menghentikannya begitu dia sampai di dasar. Petugas itu kemudian meminta Kosoian untuk mengikutinya namun ditolak.

Baca juga: Berdandan Seperti Pangeran Arab, PM Kanada Tersangkut Skandal Wajah Coklat

Baca juga: Seorang Perempuan Selamat dari Singa Gurun Berkat Lagu Metallica

Kosoian berpendapat dia tidak melakukan kesalahan dan juga menolak memberikan kartu identitasnya.

Kosoian kemudian ditahan dan ketika dia dibebaskan, dia diberi denda USD100 (sekira Rp1,4 juta) karena tidak menaati tanda itu, dan denda USD320 (sekira Rp4,5 juta) karena menghalangi pekerjaan petugas.

Dia dibebaskan dari hukumannya pada 2012, dan dia menuntut otoritas transit Montreal, kota, dan salah satu petugas agar membar ganti rugi sebesar USD45.000 (sekira Rp636 juta), CBC News melaporkan melansir Fox News, Senin (2/12/2019).

Pada 2015, gugatan itu ditolak di pengadilan Quebec, dan ditolak kembali pada 2017 oleh Pengadilan Banding Quebec.

Namun Mahkamah Agung Kanada tidak setuju dengan yang diterima Kosoian , dan mengatakan bahwa tanda di stasiun Metro yang mengatakan berpegangan pada pegangan adalah peringatan bukan hukum.

"Seorang petugas polisi yang masuk akal seharusnya tahu bahwa orang-orang tidak harus memegang pegangan tangan. Atau setidaknya mereka seharusnya memiliki keraguan," putusan pengadilan menyatakan, menambahkan, "Bahkan jika Kosoian tidak bertindak dengan cara terbaik , dia tidak memiliki kewajiban hukum untuk memegang pegangan itu."

"Kasus ini adalah tentang tanggung jawab sipil untuk melakukan sesuatu yang salah. Dalam masyarakat yang bebas dan demokratis, petugas polisi tidak dapat mengganggu kebebasan orang kecuali di mana hukum mengatakan demikian. Mereka harus mengetahui hukum dan bertindak di dalamnya."

Pengadilan memutuskan Kosoian mendapatkan ganti rugi USD 15 ribu (sekira Rp212 juta).

Kosoian mengatakan dia senang bahwa hakim "mengakui aturan hukum," mengatakan kepada CBC bahwa dia merasa penting untuk membawa kasusnya ke Mahkamah Agung Kanada.

"Aku tahu aku tidak melakukan kesalahan. Itu prinsipnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini