nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Larang Kapal dan Pesawat Militer AS Mengunjungi Hong Kong

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 09:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 03 18 2137240 china-larang-kapal-dan-pesawat-militer-as-mengunjungi-hong-kong-DTmBT0GwXy.jpg Bendera China-Amerika Serikat. (Foto/Reuters)

BEIJING - China melarang kapal-kapal dan pesawat terbang militer AS untuk mengunjungi Hong Kong dan menjatuhkan sanksi terhadap beberapa organisasi lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di AS karena diduga membantu para demonstran pro-demokrasi di kota itu untuk melakukan tindakan kekerasan.

Pelarangan tersebut merupakan respons China terhadap undang-undang AS yang disahkan pada minggu lalu. UU tersebut mendukung kelompok pro-demokrasi yang telah melakukan unjuk rasa selama enam bulan.

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahan dan berhenti mencampuri urusan internal kami. China akan mengambil langkah lebih lanjut jika perlu untuk menegakkan stabilitas dan kemakmuran Hong Kong dan kedaulatan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying melansir Reuters, Selasa (3/12/2019).

Foto/Reuters

China pada pekan lalu berjanji akan mengeluarkan respons balasan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong dan mengancam China dengan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia.

Baca juga: Trump Dukung Pro-Demokrasi Hong Kong, China: AS Abaikan Fakta dan Memutarbalikkan Kebenaran

Baca juga: Trump: Hong Kong Akan 'Dilenyapkan dalam 14 Menit' jika Bukan karena Saya

Ada kekhawatiran bahwa perselisihan tentang Hong Kong dapat berdampak pada upaya China dan AS untuk mengurangi perang dagang yang berkepanjangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Beberapa kapal angkatan laut AS mengunjungi Hong Kong setiap tahun, yang telah berlangsung sejak era kolonial sebelum 1997 dan yang diizinkan China untuk dilanjutkan setelah penyerahan dari Inggris ke pemerintahan China.

"Kami memiliki rekam jejak panjang tentang keberhasilan kunjungan pelabuhan ke Hong Kong, dan kami berharap hal itu akan terus berlanjut," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang tak ingin disebut namanya.

"Tuduhan palsu campur tangan asing, [terhadap LSM] dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari keprihatinan sah warga Hongkong," kata pejabat itu.

Juru bicara Markas Departemen Pertahanan AS Letnan Kolonel Dave Eastburn mengatakan kunjungan pelabuhan ke Hong Kong dan tempat lain di seluruh dunia berfungsi sebagai program yang berguna untuk "memberikan kebebasan bagi para pelaut kita dan memperluas hubungan antar warga dengan tuan rumah kita".

"Berkenaan dengan protes yang sedang berlangsung, kami mengutuk penggunaan kekuatan yang tidak adil dan mendesak semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan dan terlibat dalam dialog konstruktif," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sanksi LSM

Seorang pejabat pertahanan AS, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan langkah China itu tidak akan berdampak pada operasi militer AS.

Kunjungan terkadang ditolak di tengah ketegangan yang lebih luas dan dua kapal AS ditolak berlabuh ke Hong Kong pada bulan Agustus.

USS Blue Ridge, kapal komando Armada Ketujuh yang bermarkas di Jepang, berhenti di Hong Kong pada bulan April, kapal terakhir yang bersandar di Hong Kong protes massal pecah pada Juni.

LSM asing sudah sangat dibatasi di China, dan sebelumnya telah menerima teguran keras karena melaporkan isu-isu hak asasi di negara itu, termasuk penahanan massal Muslim Uighur di Xinjiang.

LSM yang bermarkas di AS yang ditargetkan oleh China termasuk Endowment Nasional untuk Demokrasi, Institut Demokrasi Nasional untuk Urusan Internasional, Institut Republikan Internasional, Human Rights Watch, dan Freedom House.

"Mereka memikul beberapa tanggung jawab atas kekacauan di Hong Kong dan mereka harus dikenai sanksi dan membayar harganya," kata Hua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini