nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengaku Polisi, Komplotan Penjahat Bajak Truk Muatan Susu di Tol Palikanci

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 02:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 03 525 2137146 mengaku-polisi-komplotan-penjahat-bajak-truk-muatan-susu-di-tol-palikanci-Cj6ze3OcbS.jpg Pembajakan di Palikanci (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Satuan Reskrim Polresta Cirebon meringkus komplotan pelaku yang berhasil membajak truk bermuatan susu kental manis di Tol Palikanci KM 197.800, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mereka mengelabui para korban dengan cara mengaku sebagai petugas kepolisian.

Menurut penuturan Kapolresta Cirebon AKBP M Syahduddi, pihaknya berhasil menangkap 5 orang pelaku. Para pelaku ini berjumlah 8 orang dengan 3 orang diantaranya masih masuk daftar pencarian orang (DPO). 2 orang berinisial NM dan D kasusnya ditangani oleh Polresta Cirebon. Sedangkan 3 orang berinisial S, I, AD diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, karena terlibat kasus tindak pidana di sana.

"Dalam waktu tidak terlalu lama para pelaku bisa diamankan. Total semua pelaku ada 8 orang, 3 diantaranya masih DPO," kata Syahduddi kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

Dijelaskan Syahduddi, pembajakan itu terjadi ketika truk tronton bermuatan 2.076 kotak susu kental manis dari Bekasi ini, berhasil dipepet dan diberhentikan oleh para pelaku dengan mengendarai sebuah minibus saat melintas di Tol Palikanci KM 197.800.

Pembajakan di Palikanci (Foto: Fathnur)

Pelaku berinisial NM yang mengaku sebagai petugas kemudian berpura-pura memeriksa kelengkapan kendaraan mobil truk tersebut. Namun tiba-tiba sopir, kondektur, dan penumpang truk itu dipaksa untuk turun. Setelah turun, mereka lalu dianiaya dan disuruh masuk ke dalam minibus dengan tangan terborgol.

"Salah satu pelaku inisialnya NM, mengenakan kaos coklat mengaku sebagai polisi dengan menggunakan senter berwarna merah (lightstick), kemudian pura pura mengecek kelengkapan kendaraan, surat-surat kendaraan dan tiba-tiba langsung menyuruh turun sopir, kondektur, maupun penumpang di truk tersebut. Sempat terjadi penganiayaan juga," jelasnya.

Syahduddi menerangkan, truk itu lalu diambil alih oleh para pelaku dan dibawa menuju ke daerah Cibitung, Bekasi. Setelah sesampainya di sana, muatan susu kental manis truk ini kemudian dipindahkan ke dalam tiga truk kecil lainnya. Tiga truk kecil tersebut nantinya akan membawa muatan itu ke Batang, Jawa Tengah untuk dijual dan didistribusikan di sana.

"Mobil truk tersebut keluar di exit tol Ciperna, kemudian balik lagi ke arah Jakarta, kemudian di ruas Tol wilayah Arjawinangun para pelaku menurunkan korban secara paksa," imbuhnya.

Masih disampaikan Syahduddi, akibat pembajakan itu kerugian yang dialami mencapai Rp431 Juta. Para pelaku ini juga sempat mencoba melawan saat akan ditangkap. Bahkan NM terpaksa harus menerima timah panas dari polisi. Mereka kemudian akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

Sementara itu dari pengakuan NM, dirinya terpaksa ikut melakukan aksi pembajakan itu karena sedang menganggur. Ia sendiri diajak oleh pelaku lain dan hanya mendapat jatah sebesar Rp10 Juta.

"Cuman dapat Rp10 juta. Uangnya sudah dipakai buat bayar kontrakan," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini