nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terganggu Suara Tangisan, Ibu yang Mabuk Berusaha Bekap Putranya Hingga Tewas

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 05 Desember 2019 07:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 18 2137831 terganggu-suara-tangisan-ibu-yang-mabuk-berusaha-bekap-putranya-hingga-tewas-Juz6LuHs7z.jpg Foto: Reuters.

ODESA - Seorang ibu yang 'bosan' diduga mencoba membekap putranya yang berumur lima bulan dengan bantal karena menangis dan mengganggunya minum vodka. Wanita berusia 33 tahun, yang tidak disebutkan namanya itu mencoba membunuh anaknya di rumah sakit anak-anak di Odesa, sebuah kota resor tepi laut di Ukraina selatan.

Polisi mengatakan wanita itu berada di rumah sakit dengan putranya yang membutuhkan perawatan rawat inap.

Pada malam 1 Desember, dia diam-diam meminum vodka setelah membelinya di toko terdekat. Menurut laporan yang diansir Daily Mail, wanita itu berada di tengah-tengah sesi minum ketika putranya bangun dan mulai menangis.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa sang ibu yang mabuk itu kemudian membekap anak itu dengan bantal dan menekannya ke wajahnya.

"Sang ibu minum vodka tepat di bangsal rumah sakit dekat bayinya yang berusia 5 bulan," kata seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada media setempat.

Selama pemeriksaan polisi, sang ibu mengatakan bahwa 'dia minum vodka karena dia bosan' dan 'dia menjadi kesal setelah bayi bangun dan mengalihkan perhatiannya'.

“Seorang wanita yang menempati bangsal yang sama melihat upaya tersangka untuk membekap putranya dengan bantal.

"Saksi mendorong tersangka menjauh dari buaian dan membuat khawatir staf rumah sakit yang memanggil polisi," kata sumber kepolisian menambahkan.

Polisi membuka sebuah kasus kriminal atas tuduhan percobaan pembunuhan seorang anak di bawah umur terhadap wanita yang ditangkap dan ditahan. Sementara itu putranya akan ditempatkan di panti asuhan setelah ia keluar dari Rumah Sakit Klinik Anak Daerah Odesa.

Laporan media lokal mengatakan bahwa dinas layanan sosial setempat berencana untuk menuntut ibu dan merampas hak-hak orang tuanya. Tersangka juga menghadapi ancaman hukuman seumur hidup di penjara jika terbukti bersalah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini