nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nenek 82 Tahun Tak Dipenjara Usai Tabrak Temannya saat Parkir Mobil

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 15:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 18 2137849 nenek-82-tahun-tak-dipenjara-usai-tabrak-temannya-saat-parkir-mobil-kUlgUAGHNC.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

NEWCASTLE - Seorang nenek tidak mendapat hukuman penjara meski telah mengakui menyebabkan kematian seorang temannya saat memarkirkan kendaraan.

Patricia Tulip (82) diberikan hukuman layanan sosial setelah Joyce Nainby yang berusia 80 tahun tewas di luar rumahnya di Gosforth, Newcastle, Inggris pada September 2018.

Kejadian bermula saat Tulip bersama teman-temannya termasuk korban kembali dara acara reuni sekolah.

Terdakwa memarkir mobilnya namun mobil itu mundur ke belakang karena Tulip lupa menerapkan rem tangan.

Ketika dia menyadari kesalahannya, dia segera kembali ke dalam mobil, tapi Tulip juga salah memasukkan transmisi bukan ke netral. Bukannya mengerem, Tulip secara tidak sengaja melaju ke arah kelompok wanita lansia tersebut.

Baca juga: Kasus Perdagangan Seks, Pangeran Andrew dari Inggris Diminta Bersaksi di Pengadilan

Baca juga: Wanita Muslim Bela Keluarga Yahudi yang Diserang Seorang Pria di KRL

Nainby terluka akibat tertabrak pintu samping yang terbuka. Dia dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal karena lukanya 10 hari kemudian.

Patricia dilaporkan merasakan "penyesalan besar" atas apa yang terjadi. Pada awalnya dia mengaku tidak bersalah, akhirnya dia mengaku menyebabkan kematian dengan mengemudi sembarangan.

Mengutip Sky News, Rabu (4/12/2019) Tulip harus melakukan 100 jam kerja tanpa bayaran.

"Sebagai hasil dari serangkaian kesalahan ceroboh Anda saat mengendarai mobil, Anda sangat sedih karena harus bertanggung jawab atas kematian tragis teman lama dan teman baik Anda,” kata seorang hakim Pengadilan Newcastle Crown.

"Meskipun dia berusia 80 tahun, dia sehat dan aktif, dan dia punya banyak alasan untuk berharap bisa bersama keluarganya pada tahun-tahun berikutnya."

Shaun Routledge pengacara Tulip mengatakan bahwa kliennya telah menulis surat belasungkawa kepada keluarga temannya.

"Saya belum menemukan, dalam lebih dari 30 tahun, satu set fakta atau keadaan yang mirip dengan ini," ujarnya.

Para saksi mata menceritakan bahwa Tulip pengendara yang tepercaya dan kompeten dengan pengalaman bertahun-tahun. Ia dilarang mengemudi selama tiga tahun tetapi pengadilan mendengar dia menyerahkan SIM segera setelah kecelakaan.

Suami korban, Peter Nainby (64) yang sakit penyakit Parkinson dan kanker pada saat kecelakaan, meninggal pada bulan Juli tanpa istrinya di sisinya.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di pengadilan, salah satu dari tiga anak mereka, Geoffrey, mengatakan kematian ibunya telah mengubah hidup keluarga mereka selamanya.

"Dia tidak siap untuk pergi," katanya, menambahkan, "Tahun-tahun terakhir mereka bisa sangat berbeda. Ibu bisa seharusnya ada di sini untuk menjaga Ayah di bulan-bulan terakhirnya.”

"Sebagai teman ibu kami, kami tidak mencari hukuman untuk Nyonya Tulip, yang kami inginkan hanyalah menerima tanggung jawab.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini