nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Ini Gagas Produk Pendingin Ramah Lingkungan

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 16:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 65 2138380 mahasiswa-ini-gagas-produk-pendingin-ramah-lingkungan-FK8ybYRnhx.jpg Ilustrasi Mahasiswa. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil membuat gagasan kotak pendingin ramah lingkungan, yang diberi nama ES-PORT.

Gagasan yang dibimbing oleh Dr Adithya Sudiarno ST MT IPM dan dan Ratna Sari Dewi ST MT PhD ini, menggunakan konsep 4 in 1 practically.

Baca Juga: Intip Logika Fuzzy dan Penerapannya

Bagian pertama adalah eco desaign yang menggunakan bahan 100 persen dari Recycled High Density Polyethylene (HDPE).

Hal ini berpengaruh pada penambahan kapasitas penyimpanan. Sehingga dengan menambah lembaran baru HDPE di beberapa bagian, maka kapasitas produk akan membesar.

Kedua, adalah pada komponen pendingin yang menggunakan termoelektrik (perangkat konversi energi panas) dan ice gel. Ketiga, adalah penggunaan panel surya dan listrik. Serta terakhir, desain mobilitas produk yang dibuat mengacu prinsip rancangan antropometri (pengukuran dimensi tubuh manusia) agar produk bersifat ergonomis.

Baca Juga: Belajar Membuat CV Zaman Now, Jadi Sarana Self Branding

Muhammad Adrian Fadhilah, salah satu anggota tim menjelaskan, produk ES-PORT telah diuji coba dan diaplikasikan langsung pada nelayan di wilayah Kenjeran, Surabaya.

“Yang mana dalam pengujiannya, produk ini mampu mendinginkan hingga suhu minus 5,5 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh jam,” jelas Adrian dalam keterangannya, Kamis (5/12/2019).

Cetusan produk tersebut berangkat dari permasalahan para nelayan yang 6 – 7% hasil tangkapannya sering membusuk sebelum dijual. Hal ini juga mengacu pada masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh media penyimpanan bahan pangan yang masih menggunakan freon (Chlorofluorocarbon). Seperti yang diketahui bahwa freon memberikan kontribusi terhadap penipisan lapisan ozon.

Berkat gagasan inilah tiga mahasiswa ini berhasil memenangkan mendali emas dan beberapa penghargaan spesial pada gelaran Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019 di Korea pada 27 November lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini