nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika IPB Jadi 'Wamen' Mentan

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 12:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 65 2138657 ketika-ipb-jadi-wamen-mentan-1mPkGMe5EZ.jpg IPB Jadi 'Wamen' Mentan (Foto: IPB)

JAKARTA - IPB University bersama Himpunan Alumni (HA) IPB University menandatangani kerjasama dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) dalam pembangunan pertanian bangsa.

Dalam hal ini IPB berkomitmen untuk terus mendudkung Kementerian Pertanian dalam membangun sektor pertanian di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Rektor IPB University menyampaikan dua hal yang berkaitan dengan upaya pengembangan pertanian di Indonesia.

Baca Juga: Jadi Youtuber, Mahasiswi IPB Ini Sukses Hanya Modal HP

Pertama dalam mengatasi era ketidakpastian di sektor pertanian, dosen IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia ini menyampaikan perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi ini menuntut adanya saling percaya, sinergi dan saling mengisi. Dengan adanya kolaborasi yang baik diharapkan dapat menghadirkan inovasi yang baik dan lebih berguna bagi masyarakat.

“Di Indonesia masih ada petani gurem, selain petani komersial dan petani skala industri. Oleh karena itu, diperlukan strategi jitu sehingga tidak ada yang tertinggal,” ungkap Arif seperti dilansir situs resmi IPB, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Aurora, Robot Ciptaan IPB Bisa Pantau Kematangan Kelapa Sawit

Hal kedua menurutnya adalah tentang sociopreneur yang saat ini sedang digalakkan oleh IPB University. Dalam hal bisnis pertanian enterprise dengan jiwa sociopreneur yang tinggi sangat dibutuhkan, karena pelaku baru yang handal dan inovatif yang nantinya bisa menjadi tulang punggung pertanian masa depan.

“Satu lagi, petani, buruh tani, kira-kira lima sampai sepuluh tahun ke depan akan mengalami kehilangan. Inilah kita perlu bersinergi, berkolaborasi, makanya leadership itu menjadi penting untuk mengatasi hal ini,” ungkapnya.

 Mentan

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan harus adanya keterbukaan kerjasama antara kementerian dan mahasiswa kampus guna membuat pertanian di Indonesia lebih baik lagi.

“Pemerintah tidak boleh merasa hebat, kita bukan segalanya, mari dengarkan yang lain, kita temukan harapan lain,” ungkapnya.

Syahrul mengatakan, kekayaan ini di negeri ini jangan sampai disia-siakan, diperlukan manajemen yang baik dari semua pihak yang berkaitan dengan pertanian untuk menemukan riset-riset terbaik bagi masa depan.

Dia mengaku, apabila permasalahan pertanian tidak segera dituntaskan maka suatu saat akan menjadi permasalahan serius karena ini menyangkut masalah pangan dan soal rakyat. Oleh karena itu teknologi menjadi penting di bidang pertanian dari hulu sampai hilir. Tidak hanya pemerintah yang memainkan teknologi, tetapi semua pihak yang berkaitan dengan pertanian.

“Masalah pertanian itu masalah lapangan, bukan lagi masalah teori. Makanya sekarang ada Komando Strategi Pertanian (Konstradtan) yang ada di kecamatan,” ungkap Mentan.

Dia menjelaskan, Konstradtan ini adalah petugas lapangan yang menyampaikan kenyataan dan keadaan lapangan yang ada secara real time. Oleh karena itu Konstradtan ini sebagai tempat pengendalian dari program penyuluhan, monitoring pertanian, serta pendekatan lainnya yang dapat memberikan timbal balik dari pusat ke daerah maupun daerah ke pusat.

“Saya berharap pertanian menjadi soko guru nasional, pertanian adalah yang utama. Saya ingin IPB dampingi saya, dampingi Menteri Pertanian,” tambahnya.

Tidak hanya IPB University, Syahrul juga mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi untuk ikut serta dalam pembangunan pertanian dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbang pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.

“Kita kaya dengan alam, penduduknya besar dengan keterampilan yang sudah ada, sudah kenal pertanian juga, oleh karena itu teknologi harus dimanfaatkan untuk memajukan pertanian kita,” pungkas Syahrul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini