Mantan PM Australia Minta Putrinya Bungkam Atas Kasus Dugaan Pemerkosaan

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 09 Desember 2019 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 18 2139657 mantan-pm-australia-minta-putrinya-bungkam-atas-kasus-dugaan-pemerkosaan-udRmNGXSMy.jpg Bob Hawke, Perdana Menteri Australia. (Foto/Reuters)

CANBERRA – Mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke meminta putrinya untuk bungkam terkait dugaan pemerkosaan yang telah dialaminya pada 1980-an agar tidak membahayakan krier politiknya.

Pernyataan itu disampaikan Rosslyn Dillon saat sidang pengadilan yang dilihat situs Australia The New Daily melansir BBC, Senin (9/12/2019).

Dillon mengaku dirinya diperkosa Bill Landeryou, seorang anggota dari Partai Buruh. Hawke maupun Landeryou kini sudah wafat.

Foto/Daily New

Perempuan yang kini berusia 59 tahun itu tengah meminta harta AUD4 juta (sekira Rp38,3 miliar) atas tanah milik mendiang ayahnya.

Baca juga: Sydney Diselimuti Kabut, PM Australia Scott Morrison Bantah Dampak Perubahan Iklim

Baca juga: Australia Kaji Bantuan ke Indonesia

Dalam pernyataan tertulis, Dillon mengatakan bahwa ia diperkosa Landeryou ketika bekerja di kantor anggota parlemen tersebut. Pada saat itu, Hawke tengah berupaya menjadi pemimpin Partai Buruh.

Dillon, yang pernyataannya tercatat dalam berkas pengadilan, mengaku mengalami tiga kali pelecehan seksual pada 1983.

Setelah kali ketiga, ia memberitahu ayahnya bahwa ia telah diperkosa dan ingin melaporkannya ke polisi.

"Kamu tidak boleh melakukannya. Ayah tidak boleh terlibat kontroversi apapun saat ini. Ayah minta maaf tapi Ayah sedang mencoba mendapatkan tampuk kepemimpinan Partai buruh," demikian tertulis dalam berkas tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini