Pemogokan Pekerja Transportasi Berlanjut, Sebabkan Kemacetan 630km di Paris

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 10 Desember 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 10 18 2140045 pemogokan-pekerja-transportasi-berlanjut-sebabkan-kemacetan-sepanjang-630km-di-paris-U3Ohh6GXA0.jpg Foto: Reuters.

PARIS - Para komuter yang marah berdiri di antrean “tak berujung” di terminal-terminal bus dan membanjiri stasiun-stasiun kereta Metro yang penuh sesak, saat pemogokan para pekerja transportasi menyebabkan gangguan lalu lintas yang parah di dan sekitar Paris, Prancis.

Pada Senin pagi, penduduk Prancis menyaksikan kemacetan yang membentang sepanjang lebih dari 630km di jalan raya utama di wilayah Ile-de-France yang sibuk, yang meliputi Paris dan daerah-daerah pinggirannya. Kekacauan transportasi yang terjadi juga diperburuk oleh hujan deras yang turun di ibu kota Prancis itu.

BACA JUGA: Prancis Terancam Kacau Imbas Jutaan Pekerja Protes Reformasi Sistem Pensiun

Kekacauan transportasi itu dipicu oleh pemogokan yang dilakukan oleh pekerja di perusahaan kereta api milik pemerintah, SNCF, dan RATP Group, yang menyediakan layanan bus, trem, dan juga mengoperasikan kereta Metro Paris. Para pekerja mulai mogok pada Kamis, sebagai protes terhadap reformasi pensiun yang kontroversial.

Media setempat yang dilansir RT, Selasa (10/12/2019) mewartakan tentang antrian "tak berujung" di stasiun kereta api dan orang-orang mati-matian "menyerbu" beberapa bus yang masih beroperasi.

Kerumunan besar orang membanjiri stasiun Metro, dengan para penumpang yang berusaha memaksa diri masuk ke dalam kereta yang penuh sesak. Suasana yang kacau memicu ketegangan dan pertengkaran antara orang-orang yang berusaha pergi ke tempat mereka bekerja.

“Tidak ada cara untuk naik kereta bawah tanah. Anda dapat melihat orang-orang saling mendorong,” kata seorang komuter kepada BFM TV.

BACA JUGA: Transportasi Prancis Lumpuh Imbas Jutaan Pekerja Mogok Massal

Para demonstran anti-pemerintah juga menambah keributan dengan mendirikan barikade dan memblokir akses ke beberapa terminal bus. Mereka kemudian dibubarkan oleh polisi anti huru-hara.

Sepuluh dari 16 jalur Metro Paris tidak berfungsi, sementara empat lainnya hanya menawarkan layanan terbatas. Hanya 15 persen perjalanan kereta di seluruh negeri yang berjalan normal, dan perjalanan dengan bus juga masih terhambat. Ini memaksa para pengendara untuk beralih ke sepeda, skuter dan carpooling, menumpang mobil dengan orang lain.

Selain gangguan transportasi, pemogokan juga berdampak pada belanja Natal. Sekretaris Negara untuk Ekonomi dan Keuangan Agnes Pannier-Runacher mengatakan bahwa perdagangan telah melihat "penurunan omset secara keseluruhan."

Menteri Negara untuk Transportasi Jean-Baptiste Djebbari menjanjikan pembicaraan dengan serikat pekerja bulan ini. Pada saat yang sama, ia membela reformasi pensiun, dengan mengatakan isu itu telah menjadi korban "disinformasi dan manipulasi."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini