nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Autopsi, Leher Mahasiswi Bengkulu Ada Bekas Jeratan dan Lidahnya Patah

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 340 2140393 hasil-autopsi-leher-mahasiswi-bengkulu-ada-bekas-jeratan-dan-lidahnya-patah-NcWtH20fmi.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BENGKULU - Tim Forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan melakukan autopsi terhadap jenazah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20). Ditemukan ada luka bekas jeratan menggunakan nilon di leher korban dan lidahnya patah.

Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma menjelaskan, lidah korban patah dengan posisi menjulur dan tergigit. ''Ada bekas jeratan di bagian leher. Dijerat menggunakan tali nilon, lidah korban patah,'' ujar Indramawan di ruangan kerjanya, Selasa (10/12/2019).

Autopsi dilakukan tim Forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan pada Senin 9 Desember 2019 sekira pukul 10.01 WIB hingga pukul 13.01 WIB.

Sementara jenazah korban masih mengenakan baju dan hijab berwarna pink, celana pendek di atas tumit berwarna hitam dan mengenakan dalaman. Wina pun diketahui sudah meninggal lima hari sebelum akhirnya ditemukan jasadnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Terlibat Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Indramawan menambahkan, banyak versi dalam kejadian yang menimpa anak pertama dari tiga bersaudara ini. Mulai dari dugaan pembunuhan berencana, perbuatan asusila, dan pencurian sepeda motor.

Wina Mardiani Foto: Istimewa

Namun, kata Indramawan, pihaknya masih mendalami kasus yang dialami perempuan kelahiran Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, 23 Maret 2019 ini. Di mana, Satreskrim telah meminta keterangan 18 saksi.

''Dalam kejadian ini ada dugaan perbuatan pembunuhan, asusila dan pencurian,'' ujar Indramawan.

Terduga pelaku pembunuhan Wina diduga lebih dari satu orang. Setiap terduga pelaku yang dicurigai memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksi dugaan pembunuhan tersebut.

''Terduga pelaku pembunuhan korban (Wina) yang dicurigai bisa lebih dari satu orang,'' kata Indramawan.

Seperti diketahui, Wina Mardiani (20) ditemukan meninggal dunia, Minggu 8 Desember 2019 sekira pukul 17.06 WIB. Perempuan kelahiran Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, 23 Maret 1999 itu ditemukan tidak bernyawa tak jauh dari tempat kosnya atau sekira 100 meter. Tepatnya, di areal rawa perkebunan sawit bekas areal persawahan.

Baca Juga: Saat Terkubur dengan Kaki Terikat, Mahasiswi Asal Bengkulu Kenakan Hijab dan Baju

Anak pertama dari tiga bersaudara itu ditemukan di bekalang kosnya, di Jalan WR Supratman, Kelurahan Beringan Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Saat ditemukan anak pasangan suami istri (Pasutri) Aguswandi dan Ani ini dalam keadaan terkubur, dengan kedalamaan sekira 1,5 meter atau setara dengan dada orang dewasa.

Saat ditemukan posisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup, dengan lebar galian sekira 60 cm dan panjang sekira 1,5 meter. Saat ditemukan di bagian atas galian terdapat sebatang tanaman keladi yang diduga baru di tanam.

Tidak hanya itu, saat ditemukan kepala korban tertutup dengan karung hingga bahu, dengan posisi tangan dan kaki dalam keadaan terikat. Galian sedalam dada orang dewasa itu diberi tanaman keladi.

Di dalam galian itu terdapat bekas pecahan bangunan berupa batu bata, empat buah batu koral berukuran besar serta kelapa tua yang sudah bangking. Tak jauh dari lokasi penemuan jenazah atau sekira 20 meter, ditemukan cangkul, skop dan satu buah ember serta satu sendal korban yang diketahui baru di beli.

Sebanyak 18 saksi yang dimintai keterangan merupakan anggota keluarga korban, rekan korban, tetangga, hingga pemilik kost tempat anak pertama daei tiga bersaudara ini tinggal. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan istri penjaga kos, berinisial MO (24), di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu. MO berhasil diamankan pada Senin 9 Desember 2019 dini hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini