nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok Rekannya karena Sakit Hati

Ade Putra, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 11:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 340 2140532 kronologi-pembunuhan-mbah-karsidi-yang-digorok-rekannya-karena-sakit-hati-Q2kzLd5nOD.jpg Polisi Ungkap Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok Rekannya di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (foto: Okezone/Ade Putra)

KUBU RAYA - Keberhasilan anggota Jatanras Polsek Rasau Jaya, Reskrim Polres Kubu Raya dan Resmob Polda Kalimantan Barat dalam mengungkap kasus kematian Karsidi, patut diacungkan jempol. Pasalnya, hanya memakan waktu 3 hari tim gabungan ini berhasil menangkap pelaku pembunuhan berencana tersebut.

Pelakunya adalah AD. Pria 40 yang tinggal di Sekunder C, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya itu tak lain adalah rekan korban. Dia ditangkap, pada Minggu 8 Desember 2019.

Baca Juga: Misteri Penemuan Mayat di Bintang Mas Terungkap, Pelakunya Ditangkap

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana membeberkan kronologis pembunuhan terhadap pria 76 tahun yang akrab dipanggil Mbah Karsidi itu. Awalnya, warga dihebohkan dengan penemuan mayat di rawa-rawa kawasan Bintang Mas I, Rasau Jaya, Kubu Raya pada Kamis 5 Desember 2019.

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

Mayat tersebut, dikenali bernama Karsidi yang dilaporkan hilang atau tidak kembali ke rumah sejak Senin 2 Desember 2019.

"Ketua RT di sana (lokasi penemuan mayat, red) awalnya melakukan kegiatan sehari-hari di ladangnya. Kemudian yang bersangkutan mencium bau busuk di sekitar lokasi," kata Yani, Rabu (11/12/2019).

Kemudian, Ketua RT tersebut melihat sesosok mayat mengapung di rawa-rawa. Penemuan ini pun gempar. Warga kemudian melaporkan penemuan mayat ini ke Polsek Rasau Jaya. Setelah diidentifikasi, mayat ini adalah Mbah Karsidi. Anggota kepolisian pun langsung menghubungi pihak keluarga dan kerabat yang saat itu juga sedang melakukan pencarian.

Dibantu Satuan Reskrim Polres Kubu Raya dan Resmob Polda Kalbar, anggota Jatanras Polsek Rasau Jaya kemudian melakukan penyelidikan terkait kejanggalan penemuan mayat ini.

Langkah awal, korban dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk dilakukan autopsi. Ditemukan luka di sekujur tubuh. Tulang rusuk kiri dan kanan patah serta kepala luka setelah dihantam menggunakan potongan kayu dan yang terparah pada leher korban terdapat luka gorokan pisau.

"Hasil dari penyelidikan, kita ungkap bahwa korban dibunuh oleh tersangka AD alias AB. Setelah ditangkap, tersangka mengaku ke kita, bahwa alasan dia melakukan ini karena dendam dan sakit hati karena dicaci maki korban," ucap Yani.

Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok oleh Rekannya (foto: Okezone/Ade Putra)	Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok oleh Rekannya (foto: Okezone/Ade Putra)

Sakit hati yang dirasakan AD ini saat korban mencaci serta menghinanya di depan orang ramai. Kejadian itu terjadi saat keduanya menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Garuda pada Jumat, 29 November.

"Tersangka ini dihina korban. Begini: AD kamu tidak layak untuk hidup di dunia ini. Dari situlah tersangka dendam dan dilakukan perencanaan pembunuhan," beber Yani.

Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok oleh Rekannya (foto: Okezone/Ade Putra)	Pembunuhan Mbah Karsidi yang Digorok oleh Rekannya (foto: Okezone/Ade Putra) 

Sejak Jumat itu, AD menyusun rencana pembunuhan ini. Sebelum nyawanya dihabisi, pada Senin 2 Desember itu, korban bertemu dengan AD. Kemudian, AD menggiring atau mengajak korban bertemu di Sekunder C, tepat di Bintang Mas I. Sekira pukul 08.00 Wib, AD langsung mengeksekusi korban dengan pisau dan potongan kayu yang kini sudah dijadikan barang bukti kejahatan.

"Setelah di sana korban dianiaya. Hasil diautopsi oleh pihak dokter, terdapat luka gorok pada bagian leher korban. Kemudian ditemukan benturan benda tumpul pada dada korban yang mengakibatkan empat tulang rusuk bagian kanan dan kiri patah. Lalu ada luka benda tajam di bagian kepala. Adanya pendarahan di bagian belakang kepala akibat benda tumpul," papar Yani.

Baca Juga: Cium Bau Busuk, Kepsek Kaget Temukan Mayat Penjaga Sekolah di Ruangannya

Berdasarkan keterangan dokter forensik, kata Yani, korban tewas karena lemas dan luka pada sekujur tubuhnya. Dari sejumlah petunjuk inilah, tim gabungan menduga pelaku pembunuhan adalah AD. Apalagi ada sejumlah saksi yang mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas membengkak, korban sempat cekcok dengan AD.

Saat didatangi kediamannya, AD tak mengakui pembunuhan tersebut. Bahkan dia selalu berbelit-belit menjawab pertanyaan tim gabungan. Pada akhirnya, tim melihat ada jejak sepeda motor di sekitar lokasi.

"Setelah ditemukan dua alat bukti, baru kita lakukan upaya paksa dan tersangka akhirnya mengakui membuang sepeda motor korban ke sungai dan mengakui pembuhunan itu," tutur Yani.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini