nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UN Menurunkan Kemampuan Minat dan Bakat Anak-Anak Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 11 65 2140745 un-menurunkan-kemampuan-minat-dan-bakat-anak-anak-indonesia-R6tLu2KlUq.jpg Ilustrasi Ujian Nasional. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ikatan Guru Indonesia (IGI) menilai Ujian Nasional (UN) turut berpartisipasi terhadap semakin menurunnya kemampuan anak-anak di Indonesia. Oleh sebab itu, sudah selayaknya UN dihapuskan dari sistem pendidikan di Tanah Air.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim menyatakan, UN membuat anak-anak di Indonesia bukan lagi belajar bagaimana mengembangkan kemampuan mereka sesuai dengan minat dan bakat. Juga bukan lagi bagaimana mengembangkan kemampuan daya nalar dan kemampuan mereka menguasai teori-teori dasar.

Baca Juga: UN Dihapus, Proses Siswa ke PTN Akan Terganggu?

"Tetapi yang mereka lakukan adalah melakukan segala macam cara untuk mendapatkan nilai tinggi di ujian nasional. Sehingga UN turut berpartisipasi terhadap semakin menurunnya kemampuan anak-anak," ungkapnya dalam keterangan yang diterima Okezone, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ujian Nasional

Ramli menyatakan, UN juga membentuk fenomena menjamurnya lembaga bimbingan (bimbel) untuk lulus ujian, bukan untuk meningkatkan kemampuan siswa. Dia bilang, bimbel hadir hanya untuk membuat siswa mampu menjawab soal dengan benar meskipun tidak paham maksud dari soal tersebut.

Baca Juga: UN Dihapus, Ikatan Guru: Memang Tidak Ada Manfaatnya

"Jadi UN tidak membuat pendidikan kita lebih baik, karena orang-orang pada belajar hanya untuk bagaimana lulus ujian," kata dia.

Dia menyatakan, faktanya UN yang selama ini berlangsung tidak memberi manfaat signifikan. Baik itu pada respons pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang tertinggal, maupun terhadap upaya-upaya pemerintah sebagai dampak dari hasil UN.

"Itu tidak terlihat sama sekali di lapangan dan karena itu jika UN dianggap sebagai sebuah pemetaan maka sesungguhnya UN ini tidak berarti sama sekali," katanya.

Oleh sebab itu, Ramli sangat mendukung pemerintah yang bakal melakukan penghapusan UN mulai di tahun 2021. Meski dirasa Ramli penghapusan ini seharusnya bisa dilakukan segera di tahun 2020.

"Kami melihat ini memang tepat tapi telat, harusnya sih mulai 2020 bukan dari 2021," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini