Puing Diduga Pesawat Hercules Chile yang Hilang Ditemukan Mengambang di Laut

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 18 2141035 puing-diduga-pesawat-hercules-chile-yang-hilang-ditemukan-mengambang-di-laut-5hu710nb9M.jpg Puing yang didug berasal dari pesawat C-130 angkatan udara Chile yang hilang ditemukan mengambang di laut. (Foto: EPA)

SANTIAGO - Para pejabat Chile mengatakan bahwa mereka telah menemukan puing-puing yang diyakini berasal dari pesawat angkatan udara yang hilang pada Senin. Mereka mengatakan puing-puing itu ditemukan mengambang 30 km dari lokasi pesawat kargo C-130 Hercules yang membawa 38 orang itu melakukan kontak terakhir.

Puing-puing itu terlihat di perairan yang dikenal sebagai Drake Passage.

BACA JUGA: Pesawat Militer Chile dengan 38 Penumpang Hilang dari Pantauan Radar

Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Kota Punta Arenas, selatan Chile ke pangkalan Presiden Eduardo Frei Montalva di Antartika.

Puing-puing yang ditemukan "bisa menjadi bagian dari sisa-sisa spons tangki bahan bakar internal," kata Komandan Angkatan Udara Eduardo Mosqueira kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC, Kamis (12/12/2019).

Mosqueira mengatakan angkatan udara akan melakukan "pemeriksaan yang sesuai" untuk menentukan apakah puing-puing itu berasal dari pesawat yang hilang.

Kontak dengan pesawat itu hilang pada Senin, 11 Desember pukul 18.13 waktu setempat, tak lama setelah C-130 itu lepas landas dari Punta Arenas.

Angkatan udara Chili merilis peta jalur penerbangan pesawat dan jadwal yang menunjukkan pesawat itu dijadwalkan mendarat pada Senin pukul 19:17 di Presidente Eduardo Frei Montalva. Pencarian udara dan laut besar-besaran diluncurkan segera setelah pesawat hilang.

BACA JUGA: Ada Ancaman Bom, Pesawat Chile Mendarat Darurat

Argentina, Brasil, Inggris dan Uruguay telah mengirim pesawat untuk membantu pencarian di perairan es, sementara Amerika Serikat (AS) dan Israel telah membantu dengan menyediakan citra satelit.

Menurut keterangan seorang pejabat, tiga di antara penumpang adalah tentara Chile, dua adalah warga sipil yang dipekerjakan oleh perusahaan rekayasa dan konstruksi Inproser untuk melakukan pekerjaan di pangkalan militer, satu penumpang adalah seorang siswa dan 15 penumpang lainnya adalah anggota angkatan udara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini