nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua Komisi HAM Arab Saudi: Kami Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup dan Lindungi Semua HAM

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 15:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 12 18 2141096 ketua-komisi-ham-arab-saudi-kami-komitmen-tingkatkan-kualitas-hidup-dan-lindungi-semua-ham-n5hDsfve40.jpg Ketua Komisi HAM Arab Saudi Awwad al Awwad

RIYADH – Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) Arab Saudi, Awwad Al-Awwad mengeaskan bahwa negaranya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan melindungi semua hak asasi manusia

Ia menjelaskan bahwa sorotan tentang HAM berkembang baik di dalam Arab Saudi negeri maupun internasional.

PBB, kata Awwad mendefinisikan HAM sebagai hak yang melekat pada semua manusia. “Namun, setiap wilayah dan negara juga mempertimbangkan nilai-nilai dan norma budaya mereka sendiri ketika melestarikan hak asasi manusia dalam praktik,” tuturnya melansir Saudi Gazette, Jumat (12/12/2019).

Sejak adopsi Arab Saudi mengusung visi 2030, transformasi ini telah melalui berbagai fase dan telah mencapai puncaknya ke reformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah terjadi dalam beberapa tahun yang singkat.

“Kami telah mencapai lebih banyak di bidang hak asasi manusia dalam empat tahun daripada banyak orang lain dalam seperempat abad,” ujar Awwad.

Di bawah Raja Salman Bin Abdulaziz dan Pangeran Mahkota Muhammad Bin Salman, Kerajaan Arab Saudi telah menyaksikan reformasi di banyak bidang, yang berkembang dengan cara yang tampaknya tak terbayangkan sebelumnya.

Lebih dari 60 reformasi telah dilakukan untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia di Kerajaan, yang 22 di antaranya terkait dengan hak-hak perempuan. “Kami telah mengadopsi peraturan baru dalam status pribadi untuk wanita dengan undang-undang tahanan dan pelecehan yang direformasi,” kata Awwad.

Selain itu, partisipasi tenaga kerja perempuan bukan lagi target tetapi prioritas bagi Arab Saudi.

Saudi, lanjut Awwad telah mengambil satu langkah lebih jauh dengan memastikan paritas gaji dalam undang-undang, yang banyak wanita di dunia masih berjuang untuk mencapainya. Hukum perdata dan perburuhan juga menyaksikan pembenahan untuk mendukung hak-hak pekerja asing.

“Tentu saja, seperti negara lain, kita memiliki tantangan, tetapi, lebih dari waktu lainnya, kita memiliki peluang untuk mengatasinya.”

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini