nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Guguran Lava Pijar dan Gempa Gunung Karangetang Masih Tinggi

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 340 2140883 aktivitas-guguran-lava-pijar-dan-gempa-gunung-karangetang-masih-tinggi-EVEXr9s4uI.jpg Gunung Karangetang saat erupsi (foto: istimewa)

SITARO - Aktivitas gunung api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara masih terus bergejolak. Visual gunung hari ini kelihatan jelas dengan asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah.

Sinar api kawah utama tinggi sekitar 50 meter, luncuran lava pijar dari puncak kawah utama dan dari beberapa titik ujung leleran lava sering terjadi ke arah Kali Sense sekira 1.000 meter, Nanitu Sesepe dan Pangih sekira 1.000-1.500 meter.

"Sinar api kawah dua tinggi sekira 10 meter di dalam tiang kolom asap putih tebal tekanan gas kuat tinggi sekira 150 meter," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Yudia Tatipang, Kamis (12/12/2019).

 Baca juga: Berstatus Siaga, Gunung Karangetang Diguncang 178 Kali Gempa

Aktivitas gempa guguran tecatat 21 kali dengan amplitudo 3-10 mm dengan durasi 40-75 detik. 6 kali terjadi gempa hybrid dengan amplitudo 10-25 mm selama 10-25 detik, S-P tercatat 0 detik.

Gempa vulkanik dangkal tercatat 1 kali dengan amplitudo 13mm selama 5 detik. Untuk gempa tektonik jauh terjadi 1 kali dengan kekuatan amplitudo 51 mm selama 65 detik, S-P 11 detik.

Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 1-3 mm (dominan 2 mm) terekam dari gunung yang berketinggian 1784 mdpl itu.

"Aktifitas guguran lava pijar dan gempa guguran masih tinggi. Status gunung masih siaga Level III," kata Tatipang.

 Baca juga: Aktivitas Guguran Lava Gunung Karangetang Masih Tinggi

Untuk itu, Tatipang mengimbau kepada masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan).

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," pungkas Tatipang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini