nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelapkan Puluhan Mobil Rental, Anak Ketua Parpol Diciduk Polisi

Kamis 12 Desember 2019 09:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 512 2140918 gelapkan-puluhan-mobil-rental-anak-ketua-parpol-diciduk-polisi-GqyYV370uy.JPG Pelaku penggelapan mobil yang merupakan anak ketua parpol di Tegal (Foto: iNews.id/Yunibar)

SLAWI – Anggota Satreskrim Polres Tegal berhasil membongkar kasus dugaan penggelapan mobil yang dilakukan anak ketua partai politik di Kabupaten Tegal, Novel Fatrio (39). Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan 8 unit mobil dari berbagai jenis sebagai barang bukti.

Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, tersangka Novel Fatrio ditangkap tim Unit 1 Opsnal Satreskrim Polres Tegal saat berada depan Masjid Baetul Mutaqin Cirebon, Senin 9 Desember 2019 lalu.

“Tersangka kita tangkap karena dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan puluhan mobil di beberapa kabupaten dan kota,” katanya, melansir iNews.id, Kamis (12/12/2019).

Sedikitnya, terdapat 14 mobil yang telah dikuasai tersangka dan digadaikan ke pihak lain dengan nominal bervariasi. Sedangkan modus yang digunakan tersangka, kata dia, yakni merayu pemilik kendaraan agar mau menyewakan mobilnya kepada lembaga negara.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi para korbannya dengan tarif sewa tinggi. “Tersangka juga membuatkan surat sewa fiktif. Ini untuk meyakinkan korban agar percaya,” ujarnya.

Setelah mobil dikuasai, lanjut Kapolres, tersangka lalu menggadaikan mobil korban ke orang lain. Masing-masing unit mobil digadaikan dengan harga berkisar antara Rp15 juta hingga Rp50 juta.

“Tapi, para korban ini merasa ditipu karena mobilnya tak kunjung kembali. Para pemilik mobil ini kemudian melaporkan pelaku ke polisi hingga akhirnya pelaku bisa diamankan,” tuturnya.

Informasi lain menyebutkan, selain tersangkut kasus dugaan penggelapan dan penipuan mobil, Novel Fatrio yang merupakan anak dari salah satu ketua partai politik (parpol) di Kabupaten Tegal, juga pernah menjalani hukuman pidana atas kasus kredit fiktif Bank Bukopin Tegal beberapa tahun silam.

Akibat perbuatannya, tersangka yang berdomisili di Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal tersebut dijerat Pasal 372 tentang Penggelapan dan 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun kurungan penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini