Ini Jurus Kemenhub untuk Lancarkan Liburan Akhir Tahun

Jum'at 13 Desember 2019 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 13 1 2141502 ini-jurus-kemenhub-untuk-lancarkan-liburan-akhir-tahun-IdpbAvZfbw.jpg Menhub Budi Karya (dok Kemenhub)

JAKARTA – Menjelang libur akhir tahun, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah-langkah untuk melancarkan penyelenggaraan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), baik itu dari aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan sarana dan prasarana transportasi.

“Komitmen kami adalah membuat penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru ini dapat berjalan dengan selamat, aman dan lancar,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pada tahun ini diprediksi terdapat sebanyak 16,4 juta orang yang akan melakukan perjalanan pada angkutan nataru tahun ini atau turun 0,18 persen dibandingkan tahun lalu. Namun diprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang maupun orang sekitar 4 persen yang akan berlibur menggunakan moda transportasi darat. Peningkatan tersebut seiring dengan bertambahnya jalan tol yang akan beroperasi pada tahun ini, salah satunya yaitu Jalan tol layang Jakarta – Cikampek (Japek).

Diperkirakan, puncak arus libur dimulai pada hari Jumát tanggal 20 Desember 2019 sampai dengan hari Selasa tanggal 24 Desember 2019. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan dimulai pada hari Minggu tanggal 29 Desember 2019 sampai dengan hari Selasa tanggal 31 Desember 2019.

Kemenhub sebagai koordinator penyelenggaraan Angkutan Nataru, pada Kamis, 5 Desember 2019, telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait seperti : Kementerian PUPR, Kemendagri, Kemenkes, Kominfo, Kementerian ESDM Kementerian BUMN, Kemendag, Kemenperin, Kepolisian RI, TNI, BMKG, Basarnas, KNKT, BNN, BNPB, Pemda dan para operator transportasi.

“Pada rakor tersebut, kami telah memetakan titik-titik lokasi krusial yang perlu mendapatkan penanganan khusus untuk melancarkan masa libur akhir tahun nanti,” ungkap Menhub.

Titik lokasi krusial pertama yaitu, Tol Cikopo – Palimanan (Cipali), karena dianggap rawan terhadap kecelakaan lalu lintas dan kurangnya fasilitas rest area. Kedua, Tol Trans Sumatera yang telah tersambung dari Lampung hingga Palembang. Kemenhub telah meminta kepada pengelola jalan tol untuk menambah rest area yang dilengkapi dengan fasilitas seperti SPBU hingga layanan kesehatan, mengingat jarak antar pintu keluar tol cukup jauh.

Kemudian, titik krusial ketiga yaitu, Angkutan Penyeberangan Merak-Bakauheni. Dengan dioperasikannya tol dari Lampung ke Palembang, diprediksi akan menimbulkan lonjakan penumpang Angkutan Penyeberangan baik di Merak maupun di Bakauheni. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kemenhub telah meminta kepada pihak PT ASDP untuk mengantisipasi dan meningkatkan pelayanannya, termasuk meningkatkan keamanan berkoodinasi dengan TNI dan Polri.

Titik krusial keempat yaitu angkutan laut di wilayah Indonesia Bagian Timur yang berpotensi mengalami kekurangan armada kapal. Untuk itu secara tegas Menhub meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni sebagai operator kapal untuk berkoordinasi guna memetakan daerah mana yang berpotensi kekurangan armada kapal.

Selain memetakan titik-titik lokasi krusial, Kemenhub juga mengeluarkan sejumlah kebijakan diantaranya yaitu : Pembatasan Operasional Mobil Barang pada 20 s.d 21 Desember 2019. Lalu pada 25 Desember 2019 dan 31 Desember 2019 s.d 1 Januari 2020. Pembatasan tersebut tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut BBM & BBG, Ternak, Barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan, air minum dalam kemasan, pupuk, hantaran uang dan pos, dan bahan pokok seperti : beras, gula, sayur, buah-buahan, ikan, daging dan lain-lain.

Kemudian, melakukan pengecekan terhadap kelaikan (ramp check) angkutan baik bus, kereta api, kapal, dan pesawat sejak 29 November 2019 sampai dengan 18 Desember 2019, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap awak pengemudi, masinis, pilot, dan nakhoda.

Kemenhub beserta Jasa Raharja juga menyelenggarakan Program Mudik Gratis dengan armada sebanyak 55 (lima puluh lima) unit Bus dengan kapasitas 2.475 penumpang. Program mudik gratis ini berangkat dari Jabodetabek dan Denpasar menuju beberapa kota yaitu Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Boyolali, Malang, dan Surabaya. Pendaftaran telah dibuka secara online melalui www.mudikgratis.dephub.go.id mulai 19 November s.d 19 Desember 2019, dengan keberangkatan pertama pada 21 Desember 2019.

Untuk menjamin tingkat kualitas pelayanan angkutan umum, Kemenhub melakukan kebijakan : penerapan pembelian tiket secara online selama perjalanan serta pelayanan angkutan terusannya; peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transportasi (stasiun, bandara, pelabuhan, terminal) dan selama perjalanan; Menjamin ketersediaan sarana transportasi, serta pengawasan terhadap pelayanan sesuai dengan standar pelayanan penumpang. Termasuk mengimbau pemberlakuan tarif pesawat yang terjangkau sesuai koridor tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB).

Terkait ketersediaan sarana trasnportasi, para Operator Angkutan telah menyiapkan sarana angkutan sebagai berikut Moda jalan disiapkan sebanyak 50.317 unit bus (AKAP, AKDP dan Pariwisata), Moda penyeberangan disiapkan sebanyak 228 kapal Ro-Ro, Moda kereta api disiapkan sebanyak 404 unit kereta api, Moda laut disiapkan sebanyak 1.293 unit kapal, dan Moda udara disiapkan sebanyak 495 unit pesawat. Jumlah tersebut rata-rata mengalami peningkatan dibanding tahun 2018.

Kementerian Perhubungan akan memastikan kelancaran penyelenggaraan angkutan nataru dengan melakukan monitoring posko angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mulai dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

“Kami tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat agat tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh karena sangat berbahaya. Manfaatkanlah angkutan umum yang telah disediakan atau juga bisa memanfaatkan program mudik gratis, agar liburan anda asyik, lancar dan selamat,” tutup Menhub Budi Karya. (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini