nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NIVA, Alat Deteksi Dini Sumbatan di Dalam Pembuluh Darah

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 12:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 13 65 2141460 niva-alat-deteksi-dini-sumbatan-di-dalam-pembuluh-darah-z6VlwLrKa0.jpeg Alat Deteksi Sumbatan Darah. (Foto: Okezone.com/Dok. ITB)

JAKARTA - Sejumlah orang yang merupakan anggota Kelompok Keahlian Teknik Biomedika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat untuk mendeteksi penyakit kardiovaskuler.

Alat ini diberi nama NIVA atau Non-Invasive Vascular Analyzer yang diresmikan pada Kamis 12 Desember 2019 oleh Rektor ITB Kadarsah Suryadi di CRCS ITB, dengan disaksikan oleh Menteri Ristek/BRIN Prof Bambang P Brodjonegoro.

Baca Juga: 4 Mahasiswi Cantik Ini Ciptakan Aplikasi untuk Penyandang Tunarungu

“Saat itu muncul satu ide yang dipacu oleh permintaan dari dokter bahwa apakah kita bisa membuat sebuah peralatan yang dapat mendeteksi lebih awal akan gejala terjadinya sumbatan di dalam pembuluh darah,” ujar Ketua Tim Tati Latifah Erawati Rajab Mengko dalam keterangannya, Jumat (13/12/2019).

Rumah Sakit

NIVA merupakan perangkat non-invasif menggunakan sensor PPG (photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah ini akan menganalisis pembuluh darah yang ada di dalam tubuh manusia. Alat ini dirancang untuk mengukur fungsi Vaskuler dengan 6 parameter, dan tingkat risiko Vaskuler untuk 5 parameter secara sekaligus.

Bertambahnya umur manusia ikut mempengaruhi produksi Nitric Oxide (NO) pada lapisan endothelial yaitu lapisan paling dalam pembuluh darah manusia, sehingga kelenturan pembuluh darah juga ikut berkurang. NO ini sangat berperan dalam menjaga tingkat kelenturan dari pembuluh darah.

Baca Juga: Gandeng ITB, Perusahaan Listrik Prancis Ingin Kembangkan Energi Terbarukan di RI

Jika berkurang, hal tersebut berakibat pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Pengobatan sepeeti ini biasanya mahal, akan tetapi peralatan ini dapat membantu BPJS dalam mendeteksi risiko penyakit stroke dan jantung.

Bekerjasama dengan PT. Selaras, alat ini siap diproduksi massal agar dapat berguna bagi masyarakat banyak. Saat ini NIVA sudah diuji coba dan dipakai di dua rumah sakit, yaitu di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kedepannya, alat tersebut juga akan dilakukan uji coba di Rumah Sakit Unair Surabaya, Rumah Sakit Sardjito, dan di Rumah Sakit Gatot Subroto.

Tati mengharapkan keberadaan NIVA ini merupakan solusi terintegrasi untuk mengukur kesehatan pembuluh darah. Melalui pendekatan kerjasama dengan industri ini, harga produksi dapat ditekan.

Selain itu, peralatan ini akan menjadi perangkat screening yang efektif untuk mengurangi jumlah pasien yang harus mendapat tindakan medis. Perangkat ini juga diharapkan dapat mengurangi impor dan mendongkrak kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan berbagai peralatan medis lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini