nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ujian Nasional Jadi Dihapus? Simak 5 Faktanya

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 09:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 13 65 2141508 ujian-nasional-jadi-dihapus-simak-5-faktanya-CtSGMUQ6xd.jpg Ujian Nasional (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan Nadiem Makarim berencana akan menghapus Ujian Nasional (UN) di tahun 2021. Penghapusan UN ini diambil sebagai salah satu dari kebijakan pendidikan Merdeka.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia, untuk meningkatkan kualitassumber daya manusia (SDM).

Berikut ini adalah beberapa yang terkait dengan penghapusan Ujian Nasional (UN)seperti yang dirangkum Okezone:

Baca Juga: UN Dihapuskan Pelajar Pun Riang

1. UN Tidak Ada Manfaatnya

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menyebut, Ujian Nasional (UN) tidak memberikan manfaat bagi siswa, sehingga sudah tepat untuk dihapuskan dari sistem pendidikan Tanah Air. Pemerintah memang berencana menghapus UN mulai tahun 2021.

"UN ini hanya buang-buang anggaran, tidak mengukur apapun dan tidak ada tindak lanjutnya dari ukuran-ukuran itu. Jadi UN ini tidak ada manfaat sama sekali," ungkapkan saat dihubungi Okezone, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, UN malah memberikan dampak negatif bagi para siswa karena tekanan psikologis akibat harus lulus. "Siswa hanya merasakan tekanan, kemudian hasil UN juga tidak bisa digunakan untuk apapun, tidak ada gunanya," tekannya.

Nadiem

2. UN Dihapus Harusnya dari 5 Tahun yang Lalu

Pengamat Pendidikan Budi Trikorayanto mengaku setuju dengan rencana yang penghapusan UN oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Bagus, seharusnya sejak 5 tahun lalu dilakukan,” kata Budi Trikorayanto saat dihubungi Okezone, Rabu (11/12/2019)

Budi berpendapat jika keberadaan UN sudah tidak berguna, malah cenderung pemborosan anggaran negara saja.

3. UN Dihapus, Proses Siswa ke PTN Akan Terganggu?

Menanggapi perubahan sistem pendidikan di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengaku hal itu tidak akan berdampak bagi siswa yang akan melanjutkan ke PTN.

"Sistim seleksi penerimaan mahasiswa baru memang terpisah dan tidak akan terpengaruh ada atau tidak adanya UN SMA/MA/SMK," tegas Ravik kepada Okezone, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Nadiem Makarim: UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek, Malah Lebih Menantang

4. UN Dihapus Tak Bikin Siswa Lembek, Malah Lebih Menantang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa penghapusan Ujian Nasional (UN) tidak akan membuat siswa menjadi lembek.

Ia pun membantah kritik Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla soal penghapusan UN akan akan membuat para siswa menjadi generasi muda yang lembek.

Menurut dia, perubahan sistem UN yang menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter itu justru akan lebih membuat sekolah lebih tertantang.

"Enggak sama sekali (membuat siswa lembek), karena UN itu diganti assessment kompetensi di 2021. Malah lebih men-challenge (menantang) sebenarnya," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019).

UN

5. UN Jadi Beban Stres Murid dan Orangtua

Akhirnya, Ujian Nasional dihapus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Apa alasannya?

Menurut Nadiem, penghapusan UN sudah diputuskan secara matang melalui survei dan diskusi dengan berbagai macam orangtua, siswa, guru dan kepala sekolah. Nadiem juga menilai juga, materi UN terlalu pada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini