nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita 'Mistis' Soal Ujian Nasional

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 16:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 14 65 2141936 cerita-mistis-soal-ujian-nasional-hPGkAgz97F.jpg Ujian Nasional Dihapus (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kebijakan Merdeka Belajar yang telah diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menuai polemik. Di mana Nadiem memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional 2021.

Menanggapi hal tersebut, CEO bimbingan belajar Online, Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoko menilai, memang Ujian Nasional selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Bahkan berdasarkan informasi yang dia dapat, banyak siswa yang sampai melakukan "ritual" supaya lulus UN.

Baca Juga: Penghapusan UN Dapat Restu DPR Komisi X

“Siswa sampai menggelar doa bersama, lalu bagi yang di luar mereka melakukan semacam ritual. Jadi ini sebagai momok bagi siswa,” ujarnya, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Ujian Nasional Dihapus

Menurutnya, pandangan orang saat ini menilai bahwa anak-anak pintar itu yang memiliki Matematika 100, Fisika 100 dan dengan nilai UN yang bagus. Pandangan ini yang mesti diubah, di mana semua itu bukan suatu acuan.

Baca Juga: Sekolah Tentukan Kelayakan Kelulusan Siswa di 2021

“Nilai UN sendiri sudah tidak sebagai segi acuan atau sudah tidak diperlukan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menghapus penyelenggaran Ujian Nasional (UN) pada 2021. Tujuannya supaya suasana belajar mengajar lebih disenangi siswa, guru hingga orang tua murid.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana mengatakan, kajian penghapusan UN sudah dipelajari dengan banyak data dan masukan berbagai pihak seperti PGRI, asosiasi guru lain, lembaga pendidikan, pemangku kepentingan, para Dirjen Kemendikbud, eselon II Kemendikbud dan banyak pihak lainnya.

"Jadi ini sudah dikaji dengan matang dan memang ini kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pak menteri. Tapi belum tiga bulan pak menteri sudah keluarkan," ujarnya, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya soal "Merdeka Belajar, Merdeka UN!", di Ibis Tamarin, Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini