Tak Hanya Gelar, Guru Besar Wajib Ber-attitude di Medsos

Taufik Budi, iNews.id · Sabtu 14 Desember 2019 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 14 65 2141948 tak-hanya-gelar-guru-besar-wajib-ber-attitude-di-medsos-V6QBABsbRO.jpg Undip Guru Besar. (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)

SEMARANG - Seorang guru besar perguruan tinggi diminta semakin bijak dan tak membuat gaduh di media sosial (medsos). Sebab selain matang keilmuan, guru besar juga harus memiliki integritas sebagai pendidik dan manusia.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Yos Johan Utama, mengatakan, pihaknya mengeluarkan Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Program itu untuk memfasilitasi lulusan sarjana untuk melanjutkan ke jenjang S2 dan S3.

Baca Juga: Gemar Memancing, Mahasiswa Undip Raih Gelar Doktor

"Tahun ini kita akan membuat gebrakan program PMDSU, di mana sarjana-sarjana yang brilian dari mereka akan dibiayai oleh Undip S2 dan S3, sehingga dalam 4 tahun sudah mendapatkan doktor di Undip," kata Prof Yos Johan, saat pengukuhan tiga guru besar di Kampus Undip Semarang, Sabtu (14/12/2019).

media sosial

"Kami punya target setiap tahun ada 50 orang, Insya Allah pada akhir jabatan saya terdapat 250 doktor," tambahnya optimistis.

Bukan hanya untuk mendapatkan gelar doktor, namun mereka juga akan dibiayai untuk penelitian hingga pengabdian masyarakat. Bahkan, ketika akan mendapatkan gelar guru besar juga diberikan pembekalan tentang attitude atau sopan santun.

Baca Juga: Tak Tentukan Standar Minimal UTBK, Undip Minta Pendaftar SBMPTN Mawas Diri

"Kita dukung dengan (pembekalan) mengenai attitude atau tingkah laku atau sopan santun sebagai guru besar, dan semoga tidak ada lagi guru besar yang aneh-aneh termasuk aneh-aneh di medsos," tandasnya.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu terdapat Guru Besar Undip Prof Suteki yang mengunggah postingan yang dinilai kontroversial di medsos. Bahkan, postingan itu dianggap sebagai cerminan dari anggota organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan anti terhadap Pancasila. Akibatnya, semua jabatan akademiknya dicopot melalui SK rektor.

Tiga guru besar yang dikukuhkan pada hari ini adalah Prof.Budi Setiyono,S.Sos.,M.Pol.Admin.,Ph.D dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Pro. Dr.Ir.Sriyana,M.S. dan Prof.Dr. Jamari,ST.MT. dari Fakultas Teknik.

Prof.Budi Setiyono,S.Sos.,M.Pol.Admin.,Ph.D. yang menggagas Desain Negara Kesejahteraan (welfare state) di Indonesia. Dilanjutkan paparan Prof.Dr.Ir.Sriyana,M.S. tentang Reformasi Kebijakan, Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menuju Keberlanjutan di Indonesia. Sementara Prof.Dr.Jamari,ST.,MT. menguraikan tentang Prospek Pengembangan Mekanika Kontak dalam Peningkatatan Keandalan Produk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini