Polisi Sri Lanka Tangkap Perempuan Karyawan Kedutaan Swiss yang Mengaku Diculik

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 17 Desember 2019 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 18 2142900 polisi-sri-lanka-tangkap-perempuan-karyawan-kedutaan-swiss-yang-mengaku-diculik-CxJ7Zd9HXn.jpg Karyawan Kedubes Swiss (kerudung merah muda) yang mengaku diculik ditangkap. (Foto/Reuters)

Pada Senin (16/12), Kementerian Luar Negeri Swiss (FDFA) mengkritik yang mereka sebut "kurangnya proses hukum dalam kasus ini".

"Secara khusus, FDFA mengkritik interogasi 30 jam selama tiga hari (pada karyawan perempuan itu) meskipun ia dalam kondisi kesehatan yang buruk dan pernyataan pejabat senior Sri Lanka yang mempertanyakan pengakuan perempuan itu sebelum investigasi selesai," sebut FDFA dalam sebuah pernyataan.

Kemenlu Swiss meminta otoritas hukum Sri Lanka "memastikan perlindungan yang lebih baik atas hak-hak pribadi karyawannya dalam setiap proses lebih lanjut, dan kepatuhan terhadap hukum nasional dan standar internasional".

Duta Besar Swiss di Kolombo dikabarkan telah bertemu Rajapaksa pada hari Senin untuk membahas kasus tersebut.

Apa latar belakang insiden itu?

Perwira tinggi kepolisian Sri Lanka, Nishantha Silva, telah meninggalkan Sri Lanka bulan lalu. Pria yang sebelumnya menjabat kepala unit investigasi kejahatan terorganisir pada badan reserse kriminal kepolisian Sri Lanka itu dilaporkan mencari suaka di Swiss.

Ia diyakini mengkhawatirkan keselamatannya setelah Rajapaksa terpilih sebagai presiden.

Rajapaksa, mantan menteri pertahanan pada masa perang sipil Sri Lanka, dituduh melakukan pelanggaran HAM. Ia sendiri sudah membantah tuduhan itu.

Silva sendiri terlibat dalam penyelidikan resmi terhadap tuduhan pidana beberapa orang, termasuk Rajapaksa. Namun, informasi ini juga dibantah Rajapaksa.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan masa pemerintahan saudara Rajapaksa, Mahinda, yang menjadi presiden sejak 2005 hingga 2015.

Mahinda, yang merupakan tokoh kunci dalam kampanye pemilihan Gotabaya Rajapaksa, kini ditunjuk sebagai perdana menteri.

Keluarga Rajapaksa adalah salah satu keluarga yang paling kuat di Sri Lanka.

Para pendukung mereka memuji Gotabaya Rajapaksa karena memainkan peran penting dalam menghancurkan pemberontak separatis Macan Tamil dan mengakhiri perang saudara yang telah lama berlangsung di Sri Lanka pada 2009, ketika ia menjadi menteri pertahanan.

Lawan politik mereka khawatir bahwa kembalinya dinasti itu bisa memicu tindakan keras bagi orang yang mengkritik pemerintahan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini