nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

12 Polisi Tewas Dibunuh Kartel Narkoba Meksiko Dalam Sepekan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 18 18 2143473 12-polisi-tewas-dibunuh-kartel-narkoba-meksiko-dalam-sepekan-2cTBJiUexn.jpg Pemakaman petugas kepolisian Leon, Meksiko yang tewas ditembak anggota kartel narkoba. (Foto/Mexico Daily News)

IRAPUATO - Dua belas petugas polisi tewas di negara bagian Guanajuato, Meksiko dalam sepekan.

Salah satu dari mereka yang dibunuh adalah María Sonia Arellano, seorang perwira yang diculik bersama suami dan putranya di kota Irapuato.

Jenazah Arellano ditemukan dibuang di jalan dengan keadaan dipotong-potong, sementara putra dan suaminya dibebaskan.

Kelompok kriminal narkoba, Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) diduga menjadi dalang pembunuhan petuas polisi Arellano.

Pembunuhan Arellano telah menyebabkan kemarahan di Meksiko, di mana pembunuhan anggota pasukan keamanan bukan hal yang biasa.

Baca juga: Keluarganya Diserang Kartel Meksiko, Remaja 13 Tahun Berjalan 23 Km Mencari Bantuan

Baca juga: Altar Penuh Tengkorak Manusia dan Janin Bayi Milik Kartel Narkoba Ditemukan Polisi

Wanita berusia 47 tahun itu diculik dari rumahnya oleh para pria bersenjata pada Selasa 17 Desember 2019. Putranya yang berusia 27 tahun dan suaminya, yang juga seorang perwira polisi, dibebaskan pada hari berikutnya tetapi jasad Arellano ditemukan di sebuah jalan pedesaan.

Sebuah pesan tertulis di karton dan dibiarkan di sebelah tubuhnya ditandatangani dengan inisial CJNG.

Arellano dikenal rekan-rekannya sebagai pribadi yang tak kenal takut. Para koleganya juga menambahkan bahwa Arellano memainkan peran penting dalam perang melawan perdagangan narkoba dan pencurian minyak di kota asalnya, Irapuato.

Arellano bukan satu-satunya perwira polisi wanita yang terbunuh di kota minggu ini. Pada Sabtu, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke dua petugas yang diparkir di sebuah mobil patroli di luar sebuah apotek.

Gabriela Núñez Duarte meninggal karena akibat luka tembak sementara rekan kepolisiannya terluka. Seorang petugas pria lainnya terbunuh di Irapuato pada Kamis.

Kekerasan di Irapuato meningkat dalam dua tahun terakhir ketika CJNG mencoba merebut kekuasaannya dari kartel Santa Rosa de Lima.

Kartel yang terlibat dalam pencurian bahan bakar dari jaringan pipa minyak yang terletak di dekat kota serta menjual narkoba ke penduduk setempat dan memeras pemilik toko.

Sejumlah pria bersenjata dari CJNG juga diduga berada di belakang serangan terhadap sebuah kantor polisi di Villagrán, 50 km di sebelah timur Irapuato pada Rabu.

Orang-orang bersenjata menyerbu ke kantor polisi ketika pergantian jam kerja dan menembak mati tiga petugas. Mereka menculik empat lainnya, yang kemudian mayatnya ditemukan di Pan-American Highway.

Sebuah video yang diposting di media sosial menunjukkan para pria yang mengenakan perlengkapan taktis dengan huruf-huruf CJNG yang tertulis pada rompi anti peluru mereka.

Dua petugas polisi lagi tewas di kota León dan Celaya, juga di Guanajuato, pada tanggal 8 Desember, sehingga total petugas tewas dalam tujuh hari menjadi 12.

Strategi dikritik

Ketika Presiden Andrés Manuel López Obrador mencalonkan diri untuk jabatan, ia mengatakan akan mengakhiri "perang melawan narkoba" yang dilakukan para pendahulunya, demi strategi perdamaian. Bagian dari pendekatannya untuk mengalahkan kartel kriminal yang kuat adalah menciptakan pasukan keamanan sipil baru, Pengawal Nasional.

Namun, hanya sedikit yang mendaftar ke pasukan baru, beberapa takut berimabs pada kehidupan mereka.

Strategi presiden telah mendapat kecaman keras dalam beberapa pekan terakhir setelah penyergapan di mana sembilan anggota komunitas Mormon terbunuh. Ada juga baku tembak mematikan di Culiacan di mana orang-orang bersenjata kartel Sinaloa memaksa pembebasan salah satu pemimpin mereka, Ovidio Guzmán López.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini