Pasukan Penjaga Keamanan PBB Menjadi Bapak Ratusan Anak-Anak di Haiti

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 19 Desember 2019 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 18 2143512 pasukan-penjaga-keamanan-pbb-menjadi-bapak-ratusan-anak-anak-di-haiti-W1ETCfjAzd.jpg Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Haiti. (Foto/Reuters)

PORTAUPRINCE – Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi bapak bagi ratusan anak setelah berhubungan seks dengan wanita di Haiti.

Penelitian yang fokus dalam misi PBB di negara itu mengatakan, gadis-gadis, termasuk gadis 11 tahun dibiarkan hamil setelah mengalami pelecehan seksual oleh pasukan perdamaian PBB.

Riset yang dilakukan akademisi Inggris, menyebutlan beberapa gadis bahkan dibayar sangat murah untuk mendapatkan makanan dan melakukan hubungan seks dengan penjaga perdamaian. Hal itu dilakukan para gadis agar mereka dapat bertahan hidup.

Setelah anak-anak mereka lahir, para ibu muda dibiarkan hidup dalam kemiskinan, menurut Times.

Baca juga: PBB Selidiki Pembunuhan 21 Orang di Haiti

Baca juga: Wakil Rakyat Haiti Tembakkan Pistol Melukai Jurnalis Foto

Rakyat Haiti dilaporkan menamai anak-anak yang memiliki ayah pasukan penjaga perdamaian itu dengan panggilan “Petit Minustah (bahasa Prancis)”, akronim nama misi pasukan penjaga kemanan PBB di Haiti.

Foto/Reuters

Sabine Lee, dari University of Birmingham, pemimpin tim yang melakukan lebih dari 2.500 wawancara dengan orang-orang yang tinggal di Haiti dekat pangkalan PBB selama tiga bulan pada 2017.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, “anak perempuan 11 tahun mengalami pelecehan seksual dan hamil oleh pasukan penjaga perdamaian dan dibiarkan dalam kesengsaraan untuk membesarkan anak-anak mereka sendirian”.

Tentara dari sebanyak 12 negara yang berbeda, termasuk Uruguay, Chile, Argentina, Kanada dan Prancis, dilaporkan telah menghamili perempuan setempat, kata laporan itu.

Lee mengatakan tidak mungkin untuk menentukan jumlah bayi penjaga perdamaian yang tepat tetapi menambahkan bahwa, “sebagian besar peneliti dan pejabat LSM setuju bahwa ratusan adalah perkiraan [angka] yang kredibel'.

Dia menambahkan dalam laporan itu, “Ini masalah yang menyebar, bukan kasus yang terisolasi. Banyaknya kisah dan fakta bahwa eksploitasi seksual, pelecehan dan keberadaan serta ditinggalkannya anak-anak ayah penjaga perdamaian muncul berulang kali dalam kisah-kisah itu menunjukkan bahwa ini adalah masalah yang sangat signifikan.”

Misi Perdamaian PBB di Haiti adalah salah satu penyebaran penjaga perdamaian terpanjang dan upaya kemanusiaan telah dirundung kontroversi.

Setelah gempa bumi dahsyat pada 2010 di Haiti yang menewaskan 200 ribu orang, tentara Nepal secara tidak sengaja menularkan wabah kolera yang merenggut 10.000 nyawa.

Ini diikuti oleh 114 tentara Sri Lanka yang dipulangkan menyusul tuduhan penganiayaan anak.

Februari lalu, Komisi Amal meluncurkan menyelidiki misi Oxfam (Organisasi nirlaba dari Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi) di Haiti, Chad dan Liberia sebagai bagian dari penyelidikan besar-besaran tentang perilaku pekerja bantuan di luar negeri.

Para bos badan amal itu juga diseret ke hadapan anggota parlemen untuk penyelidikan terpisah atas tuduhan pelanggaran seksual oleh stafnya.

Perkembangan itu terjadi ketika Oxfam mengaku mempekerjakan kembali salah satu pekerja yang dipecat karena skandal seks di Haiti. 

Ketika laporan itu diterbitkan pada Juni tahun ini, ditemukan ada masalah serius dengan budaya, moral, dan perilaku staf Oxfam di Haiti. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini