nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmi Diproduksi, Sel Punca Inovasi Pengobatan Autoimun

Irene, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 10:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 18 65 2143306 resmi-diproduksi-sel-punca-inovasi-pengobatan-autoimun-SMu34feSwy.jpeg Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Republik Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro meresmikan Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional. Inovasi ini diciptakan dengan kolaborasinya dengan FKUI-RSCM dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Melansir keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/12/2019), sel punca atau stem cell adalah sel yang memiliki kemampuan (potensi) untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik membentuk berbagai jaringan tubuh. Sel ini mampu berubah menjadi berbagai jenis sel matang yang khas (diferrentiate), mampu beregenerasi sendiri (self-regeneration), dan pada dasarnya merupakan blok pembangun (building block) pada tubuh manusia.

Baca Juga: Industri Digital Butuh Ahli Coding, Menristek: Kita Dorong

Terapi penyakit degeneratif atau penyakit seperti trauma, autoimun, keganasan dan lain sebagainya umumnya tersedia hanya untuk mengurangi gejala namun tak menghentikan proses degeneratif itu sendiri. Saat ini belum ditemukan obat maupun cara pengobatannya.

Sel punca hadir dan bertindak layaknya sistem perbaikan internal (internal repair system). Ketika sel ini membelah, masing-masing sel baru memiliki potensi tetap sebagai sel yang sama atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti tulang, sel otot, sel saraf, sel darah merah, atau sel otak. Sifat ini diyakini membuat sel punca dapat digunakan untuk mengisi dan memperbaharui sel jaringan yang rusak akibat berbagai penyakit.

bambang brodjonegoro

Tidak hanya sel punca, produk metabolitnya juga memiliki kandungan berbagai faktor pertumbuhan untuk menunjang regenerasi jaringan dan fungsi organ. Melihat potensi ini, sel punca dan produk metabolitnya memiliki peran penting dan menjanjikan di bidang kesehatan masa depan.

"Saya lega melihat hasil riset terkait sel punca ini karena berdampak bagi masyarakat luas. Saya harap, semakin hari stem cell kita makin bagus kualitasnya dan dapat memberi pelayanan lebih banyak ke masyarakat." papar Bambang.

Penelitian sel punca pertama kali dilakukan pada 2008 oleh FKUI-RSCM. Penelitian melibatkkan 30 dokter subspesialistik dari berbagai keilmuan. Berbagai macam kasus penyakit diteliti dan sampai saat ini telah lebih dari 300 orang pasien dilakukan terapi sel punca. Biaya penelitian ini sendiri mencapai Rp36 miliar. Ke depannya penelitian sel punca akan dikembangkan untuk pengobatan pada berbagai penyakit yang tidak lagi merespon pengobatan konvensional (end stage).

Sel punca merupakan terobosan dan inovasi bagi Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah melakukan pelayanan terapi sel punca bagi pasien umum di beberapa rumah sakit.

Bambang Brodjonegoro Tekankan Pentingya Menciptakan Technopreneur

Sedangkan di sejumlah negara lainnya pelayanan sel punca masih berada di tahap riset dan belum secara resmi diberikan untuk pasien umum. Hal ini dinilai akan meningkatkan potensi adanya medical tourism, yang memungkinkan pelayanan terapi sel punca tidak hanya diberikan pada pasien dalam negeri, tetapi juga manca negara.

“Semoga dengan berkembangnya penelitian dan aplikasi sel punca di Indonesia, saya harap masyarakat Indonesia dapat segera menikmati manfaat sel punca. Sudah saatnya kita memberi keyakinan pada masyarakat bahwa Indonesia mampu memberikan perawatan sel punca seperti di luar negeri dengan kualitas yang sama dan harga yang bersaing,” jelas Menristek/Kepala BRIN, Bambang Permadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini