nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa UNS Punya Pengusir Hama Serangga Berbasis Internet, Brebes Jadi Target

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 14:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 18 65 2143398 mahasiswa-uns-punya-pengusir-hama-serangga-berbasis-internet-brebes-jadi-target-zVNiAIajTU.jpg Pengusir Hama (Foto: Okezone.com)

SOLO - Trio mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menciptakan teknologi untuk mengusir hama.

Teknologi pengusir hama serangga berbasis Internet of Things yang diciptakan M Maulana Yusuf, Alvin Ichwannur Ridho dari Teknik Elektro serta Farah Yuki Prasetyawati Pendidikan Fisika.

Baca Juga: Teknologi Canggih Karya Mahasiswa untuk Bantu Mobilitas Tunanetra

Mereka ini mampu tampil sebagai juara diajang Mechanical Engineering Expo 2019, acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Alat perangkap hama serangga hemat energi berbasis Internet of Things yang diberi nama ANSIOT ini, mereka ciptakan sebagai solusi pencegahan kerusakan tanaman bawang merah oleh organisme perusak tanaman (OPT) di Kota Brebes.

Baca Juga: Sapi di Daerah Kekeringan Bisa Gemuk Berkat Inovasi Fermentasi Jerami

Salah satu anggota tim lomba, Alvin Ichwannur Ridho mengatakan alat yang mereka ciptakan ini sengaja dibuat sangat sederhana. Tujuannya, agar bisa digunakan dengan sangat mudah oleh para petani.

“Sebagai objek sasaran alat pengusir hama ini, kami menargetkan Kota Brebes, hal itu dikarenakan Kota Brebes menjadi salah satu kota dengan komoditas bawang merah terbesar di Indonesia serta menjadi pengguna pestisida terbesar se-Asia Tenggara untuk membasmi hama pada tanaman bawang,” ujar Alvin, Rabu (18/12/2019).

Menurut Alvin, ANSIOT yang mereka gunakan ini merupakan alat pencegahan hama serangga tanaman bawang yang hemat energi.

Karena sumber energi utama dalam mengoperasikan alat tersebut menggunakan panel surya dan sistem kerjanya dapat dimonitoring secara real-time oleh petani di manapun dan kapanpun melalui smartphone.

"Jadi di manapun tempat, bisa menggunakan alat ini. Karena sistem kerjanya dapat dimonitoring secara real-time oleh petani melalui smartphone," paparnya.

Adapun juara 2 dalam kompetisi ini diraih oleh Universitas Sriwijaya dan juara 3 diperoleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini