nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biskuit Vanila Ini Ternyata Terbuat dari Tepung Kepala Lele

Hairunnisa, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 20:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 18 65 2143573 biskuit-vanila-ini-ternyata-terbuat-dari-tepung-kepala-lele-XtIluGH3cY.JPG Ilustrasi Ikan Lele. (Foto: Okezone.com/Kiloejournalis)

JAKARTA - Sekilas, biskuit ini sama seperti biskuit pada umumnya yang terbuat dari tepung. Namun, siapa sangka biskuit itu terbuat dari tepung kepala dan daging lele?

Adalah biskuit Clarias, terbuat dari tepung yang berasal kepala dan daging lele. Tepung daging lele dinyatakan kaya akan protein sementara tepung kepalanya kaya dengan kalsium. Biskuit ini adalah inovasi dari 4 peneliti IPB University, yakni Prof Dr drh Clara Meliyanti Kusharto MSc, Prof Dr Ir Sri Anna Marliyati MSi, Prof Ir Inggrid Suryanti Surono, MSc, PhD dan Dr Ir Annis Catur Adi, MSi.

Baca Juga: IPB Siap Terima 4.100 Mahasiswa pada Tahun Ajaran 2020

Dalam risetnya, seperti dikutip dari laman IPB University, Rabu (18/12/2019), diciptakannya Clarias dialatarbelakangi dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat. Mereka pun mengemasnya dalam bentuk biskuit, karena salah satu jenis makanan yang disukai berbagai kalangan dan usia, terutama anak-anak.

IPB

Asumsinya upaya perbaikan gizi akan lebih mudah diterima anak-anak melalui pemberian makanan tambahan atau fungsional yang dikenal dan disukai oleh mereka. Sebagai pangan fungsional, biskuit menjadi kudapan yang praktis dan mudah dikonsumsi.

Baca Juga: Ketika IPB Jadi 'Wamen' Mentan

Pemilihan materi ikan lokal seperti ikan lele, juga bukan tanpa alasan. Lele dinilai sebagai materi yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan makanan alternatif dan memungkinkan untuk pembuatan biskuit.

Pada tahap uji klinis, biskuit ini disukai balita dan telah terbukti dapat meningkatkan berat badan dan daya tahan tubuh mereka.

Adapun manfaat dari tepung daging dan kepala lele ini, antara lain membantu pertumbuhan anak, meningkatkan daya tahan tubuh lansia, membantu proses penyembuhan dengan protein yang cukup, dan sebagai pangan darurat yang mudah dibawa dalam perjalanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini