nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Ular Kobra, Berkeliaran karena Ekosistem Terganggu

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 07:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 20 65 2144213 fakta-ular-kobra-berkeliaran-karena-ekosistem-terganggu-LsFAAgpieV.JPG Ular Kobra. Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kemunculan ular kobra di sekitar wilayah Pulau Jawa baru-baru ini memang meresahkan warga. Reptil satu ini memang dikenal sebagai hewan berbisa yang mematikan.Kejadian kemunculan ular kobra ini pun sudah menelan korban. Salah satunya adalah seorang Bocah berumur 8 tahun di Depok dilarikan ke rumah sakit setelah terkena gigitan anak ular kobra dan berhasil selamat.

Berikut ini adalah beberapa fakta ular kobra dari sisi akademis yang telah dirangkum oleh Okezone:

Baca Juga: Selain Kobra, Ini Deretan Ular Mematikan Lain Koleksi Indonesia

1. Kenapa Ular Kobra Banyak Ditemukan Saat Musim Hujan?

Munculnya ular kobra saat musim hujan tiba di lingkungan warga menimbulkan sebuah pertanyaan. Mengapa ular kobra banyak ditemukan saat musim hujan? Menurut Peneliti Biologi LIPI Dr Amir Hamidy, munculnya ular di rumah warga karena memang saat ini memasuki awal musim hujan. Musim itu pun waktunya semua jenis ular untuk menetas.

"Tidak hanya anakan ular kobra yang menetas pada masa ini. Tetapi telur ular lainnya juga menetas pada masa yang sama,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (16/12/2019).

Dia menjelaskan, telur ular yang menjadi anakan memakan waktu lama, yaitu 3 bulan. Saat menetas, induk sudah meninggalkan telur yang diletakkan 3 bulan lalu.

kobra

2. Ular Kobra Muncul Karena Rantai dan Ekosistem Terganggu

Peneliti Biologi LIPI Dr Amir Hamidy mengatakan, banyaknya ular yang bermunculan karena memang rantai makanan dalam ekosistem hewan sudah terganggu.

"Rantai makanan yang terganggu seperti elang sebagai predator sudah berkurang, sehingga ular dapat leluasa hidup," kata Amir.

3. Viral Kobra di Permukiman Warga, Seberapa Bahaya Bisanya?

Menurut Peneliti Herpetologi (amfibi dan reptil) Fakultas Kehutanan IPB Mirza D Kusrini, ular kobra memiliki jenis bisa yang berbeda. Ada yang rendah, menengah, sampai tinggi sehingga dapat mematikan.

"Kalau bisa rendah paling ya bengkak sedikit. Bisa tinggi kalau tidak dapat penanganan tepat dan pasien sampai fase sistemik, ya dapat mematikan," ungkap Mirza kepada Okezone, Rabu (18/12/2019).

Mengingat adanya korban gigitan ular, Mirza menambahkan, jika ular berbisa tidak menggigit manusia, tidak akan membahayakan manusia.

Baca Juga: Percaya kalau Garam Bisa Usir Ular? Simak Mitos dan Faktanya

4. Tempat Tinggal Kesukaan Ular Kobra

Munculnya ular di lingkungan masyarakat karena hewan-hewan ini mencari tempat yang gelap dan lembab di tengah musim hujan. Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Biologi LIPI Dr Amir Hamidy.

"Misalnya lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering," ujarnya.

kobra

5. Lingkungan yang dapat Mengundang Ular Kobra

Selain itu, Peneliti Herpetologi (amfibi dan reptil) Fakultas Kehutanan IPB Mirza D Kusrini menngatakan, wilayah yang memiliki banyak sampah, semak belukar tidak terurus, banyak tumpukkan barang-barang di halaman rumah, wilayah seperti ini akan didatangi oleh ular kobra.

"Pokoknya pemukiman yang tidak bersih dan banyak tikus pasti akan mengundang ular," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini