nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendaftar SNMPTN Tidak Bisa Ikut Seleksi Beasiswa Masuk Kampus Islam Negeri

Hairunnisa, Okezone · Jum'at 20 Desember 2019 20:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 20 65 2144464 pendaftar-snmptn-tidak-bisa-ikut-seleksi-beasiswa-masuk-kampus-islam-negeri-LSBB83Bq3z.jpg Menag Resmikan SPAN dan UM PTKIN. (Foto: Okezone.com/Kemenag)

JAKARTA - Pemerintah resmi membuka Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2020. Seleksi tersebut berbarengan dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yah akan dilakukan tahun depan.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menjelaskan, program studi (Prodi) yang diseleksi dalam SPAN hanya khusus agama. Sedangkan di SNMPTN mencakup prodi umum.

Baca Juga: Beasiswa Masuk Kampus Islam Negeri, Syaratnya Hafal Alquran!

"Jadi ya nggak bisa (ikut SPAN) kalau sudah SNMPTN. SPAN prodi agama, SNMPTN itu prodi umum, jadi ikut di sana tidak ikut di sini karena seleksinya bersama, dengan kampus umum masing-masing," ungkapnya, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Untuk SPAN, dirinya menerangkan bahwa ada lima jalur penerimaan mahasiswa PTKIN. Pertama, seleksi siswa-siswi berprestasi bersama dengan Kemendikbud.

“Ini untuk menjaring mahasiswa prodi (program studi) umum yang ada di UIN, seperti kedokteran, kesehatan, Saintek dan lainnya,” imbuhnya.

Kedua, ujian masuk Peguruan Tinggi bersama Kemendikbud dikhususkan bagi seleksi mahasiswa untuk pilihan program studi umum. Ketiga, jalur SPAN PTKIN. Jalur ini untuk menjaring mahasiswa dari madrasah tanpa seleksi. Jadi penjaringannya tidak tertulis karena berdasarkan prestasi siswa-siswi di sekolah dan madrasah dengan melihat nilai raport dan prestasi lainnya.

Baca Juga: Menag Usul Mahasiswa Kampus Islam Negeri Dibekali Ilmu IT dan Bahasa Internasional

Keempat, jalur UM PTKIN. Proses ini dilaksanakan secara nasional. “Ketua UM-PTKIN tahun 2020 adalah Rektor UIN Bandung dan ini tahun pertama,” papar Kamaruddin.

Kelima, jalur Mandiri. Perguruan Tinggi melakukan ujiannnya sendiri-sendiri, dan hanya 20 persen yang diterima lewat jalur Mandiri. “58 PTKIN secara serentak akan melaksanakan SPAN UM-PTKIN 2020,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin menambahkan bahwa PTKIN telah berkontibusi secara fundamental dalam meningakatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Nasional dan Human Develompment Indonesia. Saat ini, APK Indonesia sudah mencapai 34,5%. Artinya, sebanyak 34,5% anak Indonesia yang berumur 18-23 tahun telah mendapat kesempatan kuliah di perguruan tinggi.

Meski masih kecil, namun menurut Kamaruddin, sudah ada kemajuan luar biasa. Indonesia masih harus memperluas akses masuk perguruan tinggi karena masih tertinggal dari Singapura (82%), Malaysia (39%), Thailand (hampir 40%), dan Korsel (hampir 92%).

“Di Indonesia secara nasional baru 34,5 persen,” tegas Kamaruddin.

Pembangunan Human develompent Indonesia juga mengalami peningkatan, sudah mencapai 71,3%. Secara rata-rata nasional, ini sudah termasuk tinggi. “Ini semua atas kontribusi PTKI dalam melaksanakan pendidikan di Indonesia,” tegas Kamaruddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini