nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadiem Makarim Bebaskan Sekolah Susun RPP, Ini Faktanya

Hairunnisa, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 07:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 21 65 2144683 nadiem-makarim-bebaskan-sekolah-susun-rpp-ini-faktanya-bNQkG0nSQN.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan kebebasan bagi sekolah, untuk memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar murid. Kebebasan ini bukan hanya ditunjukkan oleh pihak sekolah saja, tetapi mencakup kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu guru.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang Pembebasan RPP:

Baca juga:  Fakta Nadiem Makarim Ubah Sistem Zonasi, Nomor 3 Dikomplain Emak-Emak

1. Tertuju pada Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota

Keputusan Mendikbud itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, tertanggal 10 Desember 2019, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid,” tegas Mendikbud dalam Surat Edaran itu seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (16/12/2019).

 nadiem

2. RPP Memiliki 13 Komponen

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian Kompetensi Dasar (KD) dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai.

Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

3. Materi dan Metode Pembelajarannya

Dari 13 komponen di atas nantinya, materi pembelajaran yang akan digunakan adalah memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi.

Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.

Baca Juga: Memahami Sistem Zonasi Sekolah PPDB di Era Nadiem Makarim

13 Komponen tentang RPP juga mempunya media, Sumber, dan langkah-langkah pembelajaran. Media pembelajaran sendiri, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.

Sedangkan, sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan. Terakhir adalah langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.

nadiem

4. Komponen Inti Pembelajaran

Yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

5. Demi keberhasilan murid

Mendikbud Memberikan Kebebasan Untuk mengembangkan format RPP secara mandiri sebesar-sebesarnya guna keberhasilan belajar murid.

Baca Juga: Nadiem Makarim Bebaskan Sekolah Kembangkan RPP Secara Mandiri

Karena itu Mendikbud memberikan kebebasan kepada sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KIG/MGMP), dan individu guru secara untuk memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-sebesarnya keberhasilan belajar murid.

“Adapun RPP yang telah dibuat tetap dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud,” tutur Mendikbud.

Tembusan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 disampaikan kepada: 1. Gubernur di seluruh Indonesia; dan 2. Bupati/Wali kota di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini