nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pemanfaatan Sel Punca yang Dapat Beregenerasi Sendiri

Hairunnisa, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 07:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 22 65 2144923 fakta-pemanfaatan-sel-punca-yang-dapat-beregenerasi-sendiri-ahUMcwHeKp.jpg Laboratorium (Reuters)

JAKARTA - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Republik Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro meresmikan Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional. Inovasi ini diciptakan dengan kolaborasinya dengan FKUI-RSCM dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Sel punca merupakan terobosan dan inovasi bagi Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah melakukan pelayanan terapi sel punca bagi pasien umum di beberapa rumah sakit.

Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Sel Punca yang telah dirangkum oleh Okezone, Senin (23/12/2019):

 Baca juga: Resmi Diproduksi, Sel Punca Inovasi Pengobatan Autoimun

1. Mampu berubah menjadi berbagai jenis sel matang

Sel punca atau stem cell adalah sel yang memiliki kemampuan (potensi) untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik membentuk berbagai jaringan tubuh.

Sel ini mampu berubah menjadi berbagai jenis sel matang yang khas (diferrentiate), mampu beregenerasi sendiri (self-regeneration), dan pada dasarnya merupakan blok pembangun (building block) pada tubuh manusia.

2. Sel Punca Inovasi Pengobatan Autoimun

Kegunaan dari sel punca sendiri adalah utuk terapi penyakit degeneratif atau penyakit seperti trauma, autoimun, keganasan dan lain sebagainya umumnya tersedia hanya untuk mengurangi gejala namun tak menghentikan proses degeneratif itu sendiri. Saat ini belum ditemukan obat maupun cara pengobatannya.

 Baca juga: Industri Digital Butuh Ahli Coding, Menristek: Kita Dorong

3. Hadir dan bertindak layaknya sistem perbaikan internal

Sel punca hadir dan bertindak layaknya sistem perbaikan internal (internal repair system). Ketika sel ini membelah, masing-masing sel baru memiliki potensi tetap sebagai sel yang sama atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti tulang, sel otot, sel saraf, sel darah merah, atau sel otak.

Sifat ini diyakini membuat sel punca dapat digunakan untuk mengisi dan memperbaharui sel jaringan yang rusak akibat berbagai penyakit.

4. Menghabiskan Dana Penelitian Sebesar Rp36 miliar

Penelitian sel punca pertama kali dilakukan pada 2008 oleh FKUI-RSCM. Penelitian melibatkkan 30 dokter subspesialistik dari berbagai keilmuan.

Berbagai macam kasus penyakit diteliti dan sampai saat ini telah lebih dari 300 orang pasien dilakukan terapi sel punca. Biaya penelitian ini sendiri mencapai Rp36 miliar.

5. Penelitian Pengobatan Sel Punca akan Dikembangkan

Ke depannya penelitian sel punca akan dikembangkan untuk pengobatan pada berbagai penyakit yang tidak lagi merespon pengobatan konvensional (end stage).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini