nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Sambas Tewas Ditikam di Malaysia, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi

Ade Putra, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 09:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 23 340 2145039 warga-sambas-tewas-ditikam-di-malaysia-masyarakat-diimbau-tak-terprovokasi-ezrnylKwxX.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Peristiwa tewasnya Zulkifli (47) warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat di tangan ADS, warga Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bintulu, Sarawak, Malaysia, membuat suasana tegang dari beberapa pihak, tak terkecuali di media sosial (medsos).

Postingan-postingan berupa komentar bernada ancaman dari kedua belah pihak ramai dibahas dan saling berbalas. Hal itu terjadi setelah pelaku yang berusia 22 tahun tersebut terancam hukuman mati atas kejahatan yang dilakukannya.

Beredar pula informasi, bahwa akan ada pembalasan dendam dari pihak keluarga dan kerabat. Baik dari pihak korban maupun pelaku. Hal ini tentu juga menjadi kekhawatiran bagi warga-warga lainnya yang bekerja di negeri jiran itu.

Untuk itu, Polres Sambas turun langsung ke masyarakat menyampaikan imbauan. Wakapolres Sambas, Kompol Ridho Hidayat mengatakan, korban pembunuhan ini merupakan warga Desa Sarilaba A, Kecamatan Jawai Selatan.

"Pascakejadian ini, Bhabinkamtibmas Polsek Jawai Selatan di Desa Sarilaba A Brigpol Ruly Raflyandi sudah melaksanakan tugas sambang duka di rumah keluarga korban," jelas Ridho kepada Okezone, Minggu 22 Desember 2019.

Pada kesempatan itu, lanjut Ridho, anggotanya memberi imbauan kamtibmas untuk mencegah terjadinya konflik horizontal akibat kejadian pembunuhan yang terjadi di Malaysia.

"Masyarakat juga diminta untuk menyerahkan permasalahan ini ke Polis Di Raja Malaysia (PDRM) serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching," tuturnya.

Tak kalah penting, lanjutnya, masyarakat juga diberi masukan agar selalu tenang dan tidak membagikan informasi yang bersifat provokatif serta mengarah kepada konflik SARA.

Anjangsana dengan warga diharapkan terjalin hubungan baik dengan tokoh pemuda Desa Sarilaba A, keluarga korban dan masyarakat pun merasa puas karena pelaku sudah ditangkap. "Pihak keluarga berharap kepada pemerintah melalui KBRI untuk menjembatani kepulangan jenazah," tutup Ridho.

Sebagaimana diketahui, pelaku sudah dilakukan penahanan untuk proses penyelidikan lebih lanjut di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan (KUHP) dengan ancaman hukuman mati.

Pelaku ditangkap sehari setelah jasad korban ditemukan di lokasi pembunuhan. Yakni di area perkebunan perusahaan Shin Yang, Batu 22, Jalan Bintulu-Miri Lama, Bintulu, Sarawak, Malaysia, pada Kamis 19 Desember 2019, pukul 17.30 waktu setempat.

Pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai petugas keamanan perusahaan Shin Yang. Pemicu cekcok berujung maut itu lantaran pelaku tak terima saat ditegur korban yang kursinya diduduki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini