nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

13 Trik Mengasah Mental yang Kuat, Agar Tak 'Jet Lag' dari Dunia Kampus

Irene, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 19:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 23 65 2145310 13-trik-mengasah-mental-yang-kuat-agar-tak-jet-lag-dari-dunia-kampus-WkTzlywgEO.jpg Mahasiswi (Reuters)

JAKARTA – Tekanan di dunia kerja memang tidak dapat diprediksikan oleh para pekerja. Tekanan tersebut bisa datang dari beban kerja, bahkan dari kehidupan pribadi.

Oleh sebab itu, manusia perlu memiliki kekuatan mental yang baik. Sayangnya, kekuatan mental memiliki tolak ukur yang berbeda-beda. Namun, dalam buku Amy Morin berjudul ’13 Things Strong Mental People Don’t Do’ memberikan tanda-tanda orang yang mempunyai mental yang kuat.

Melansir Business Insider, Jakarta, Senin (23/12/2019), berikut perilaku orang-orang yang mempunyai mental yang kuat.

 Baca juga: 5 Cara Mempersiapkan Diri sebelum Lulus Kuliah

1. Tidak Membuang Waktu untuk Mengasihani Diri Sendiri

Menurut Morin, hal ini sangat membuang-buang waktu dan hanya menciptakan emosi negatif. Selain itu juga dapat melukai hubungan yang sedang terjalin.

"Merasa kasihan pada diri sendiri adalah tindakan merusak diri," tulis Morin.

 Belajar santai

Kuncinya, menguatkan yang baik di dunia, kemudian mulai menghargai apa yang anda miliki. Tujuannya adalah menukar rasa kasihan itu dengan rasa terima kasih.

 Baca juga: Kuliah Jurusan Budidaya Ikan, Tantangannya seperti Apa?

2. Tidak Menunjukkan Kekuatan Mereka

Orang-orang menunjukkan kekuatan mereka ketika mereka tidak memiliki batasan fisik dan emosional. Kamu harus membela diri sendiri dan menarik garis jika diperlukan. Saat orang lain mengendalikan tindakanmu, itu artinya mereka menentukan kesuksesanmu.

Penting bagi kamu untuk melacak tujuan dan mengusahakannya. Morin menggunakan Oprah Winfrey sebagai contoh seseorang yang sadar pada kekuatan dirinya sendiri.

Winfrey tumbuh seiring keterlibatannya dalam masalah kemiskinan. Tetapi dia memilih untuk mendefinisikan akan menjadi siapa dia dalam kehidupan.

 Baca juga: Ingin Kuliah di Amerika? Ada 4 Biaya Tak Terduga yang Perlu Diperhatikan

3. Tidak Menghindar dari Perubahan

Morin menuliskan ada lima tahapan dalam perubahan pra-kontemplasi, kontemplasi persiapan, tindakan dan pemeliharaan. Membuat perubahan bisa menakutkan, tetapi menjauh darinya akan mencegah pertumbuhan.

"Semakin lama Anda menunggu, akan semakin sulit," tulis Morin. "Orang lain akan tumbuh melebihimu."

4. Tidak Berfokus Pada Hal yang Tidak Bisa Dikontrol

"Rasanya sangat nyaman untuk bisa mengendalikan semuanya, namun berpikiran bahwa kita memiliki kekuatan untuk selalu menarik tali, dapat menjadi masalah," tulis Morin. Mencoba mengendalikan segala sesuatu kemungkinan merupakan respons terhadap kecemasan.

"Daripada berfokus pada mengelola kecemasan Anda, coba untuk mengendalikan lingkungan Anda," katanya.

Alihkan fokus dari hal-hal yang tidak dapat dikendalikan menjadi hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres. Terciptanya hubungan yang lebih baik dan peluang baru, juga lebih banyak kesuksesan.

5. Tak Khawatir tentang Menyenangkan Orang Lain

Seringkali kita menilai diri sendiri dengan mempertimbangkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, yang merupakan kebalikan dari ketangguhan mental. Morin menulis empat fakta tentang terus-menerus berusaha menjadi penghibur orang: buang-buang waktu, 'kesenangan' orang mudah dimanipulasi, tidak masalah bagi orang lain untuk merasa marah atau kecewa.

Menumbuhkan pola pikir dengan mencoba menyenangkan orang, akan membuat Anda lebih kuat dan lebih percaya diri.

6. Tidak Takut Mengambil Perhitungan Risiko

Orang sering takut mengambil risiko, seperti finansial, fisik, emosi, sosial, atau terkait bisnis. Tapi itu berkaitan erat dengan pengetahuan.

"Kurangnya pengetahuan tentang cara menghitung risiko menyebabkan meningkatnya rasa takut," tulis Morin.

Untuk menganalisis risiko dengan lebih baik, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan, antara lain potensi biaya? Manfaat potensial? Apakah ini akan membantu saya mencapai tujuan saya? Alternatifnya?

Selain itu seberapa baik jika skenario terbaiknya terwujud? Apa hal terburuk yang bisa terjadi? bagaimana saya bisa mengurangi risiko itu jika terjadi? Seberapa buruknya jika skenario terburuk itu terjadi? Seberapa pentingnya keputusan ini dalam 5 tahun?

7. Tidak Memikirkan Masa Lalu

Masa lalu hanya ada di masa lalu. Tidak ada cara untuk mengubah apa yang telah terjadi. “Tinggal di sana (alam masa lalu) hanya akan merusak diri sendiri, mencegah kamu menikmati masa sekarang dan merencanakan masa depan,” tulis Morin.

Itu tidak menyelesaikan apa pun, malahan dapat menyebabkan depresi.

Namun, ada juga manfaatnya memikirkan masa lalu. Yaitu, merefleksikan pelajaran yang pernah dipelajari, mempertimbangkan fakta dan bukan emosi, dan melihat situasi dari perspektif baru dapat membantu.

8. Tidak Melakukan Kesalahan Sama Berulang Kali

 

Refleksi dapat membuatmu tidak mengulangi kesalahan. Tentu penting untuk mempelajari apa yang salah, apa yang bisa kamu lakukan dengan lebih baik, dan bagaimana melakukannya dengan berbeda di lain waktu.

Orang yang kuat secara mental menerima tanggung jawab atas kesalahan mereka dan membuat rencana yang matang dan tertulis untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

9. Tidak Kesal dengan Kesuksesan Orang Lain

Kekesalan itu seperti kemarahan yang tersembunyi dan tertutup. Berfokus pada kesuksesan orang lain tidak akan membuka jalanmu, malah itu akan mengalihkanmu dari jalan yang tengah kamu tempuh.

Bahkan jika kamu sukses nantinya, kamu tidak akan pernah merasa puas karena dirimu selalu berfokus pada orang lain. Karena ini kamu juga dapat mengabaikan bakat yang kamu miliki dan meninggalkan nilai dan hubunganmu.

10. Tidak Menyerah Setelah Kegagalan Pertama

Tidak ada keberhasilan yang langsung, dan kegagalan hampir selalu menjadi kendala yang harus kamu atasi.

Memiliki pemikiran bahwa kegagalan tidak dapat diterima itu sama saja tidak memiliki mental yang kuat. “Faktanya, bangkit kembali setelah kegagalan akan membuatmu lebih kuat," jelas Morin.

11. Menyendiri

“Menciptakan waktu untuk menyendiri dengan pikiranmu dapat menjadi pengalaman yang kuat, juga berperan dalam membantumu mencapai tujuanmu. Menjadi kuat secara mental mengharuskan Anda meluangkan waktu dari kesibukan kehidupan sehari-hari untuk fokus pada pertumbuhan," tulis Morin.

Beberapa manfaat dari kesendirian seperti ditulis Morin dalam bukunya, antara lain menyendiri untuk mengevaluasi diri di kantor dapat meningkatkan produktivitas. Waktu sendiri dapat meningkatkan empati, memicu kreativitas. Selain itu isolasi diri juga baik untuk kesehatan mental dan menawarkan suatu pemulihan.

12. Tidak Merasa Dunia Berhutang Pada Dirimu

"Hidup tidak seharusnya menjadi adil. Itulah kehidupan, tetapi itu bukan berarti kamu harus seperti yang kamu harapkan. Apa pun itu jika kamu diperlakukan secara buruk," ujarnya.

Kuncinya adalah fokus pada upaya dari dalam diri, mampu menerima kritik, mengakui kekurangan diri sendiri. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuat kecewa, jika tidak dapat menerima apa yang menurutmu seharusnya diterima.

13. Tidak Mengharapkan Hasil Yang Instan

"Kesediaan untuk mengembangkan harapan yang realistis dan pemahaman bahwa kesuksesan tidak terjadi dalam semalam, jika kamu ingin mencapai potensi penuh dalam dirimu," tulis Morin. Orang yang lemah mental sering tidak sabar. Mereka melebih-lebihkan kemampuan mereka dan meremehkan berapa lama perubahan terjadi, sehingga mereka mengharapkan hasil cepat.

Bekerjalah tanpa henti menuju tujuan jangka panjangmu. Akan ada kegagalan di sepanjang jalan, tetapi jika kamu mengukur kemajuan dan melihat gambaran besarnya, kesuksesan akan menjadi dapat diraih.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini