nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China, Korsel, Jepang Dorong AS dan Korut untuk Lanjutkan Dialog Denuklirisasi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2019 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 24 18 2145622 china-korsel-jepang-dorong-as-dan-korut-untuk-lanjutkan-dialog-denuklirisasi-L8vBwsCt2f.jpg Foto: Reuters.

CHENGDU - China, Jepang, dan Korea Selatan telah sepakat untuk bekerja sama untuk mempromosikan dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara. Hal itu disampaikan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan pada Selasa setelah pertemuan puncak antara ketiga negara di China.

Korea Utara telah menetapkan batas waktu akhir tahun bagi AS untuk mengubah apa yang mereka sebut sebagai kebijakan bermusuhan dari Washington di tengah kebuntuan dalam upaya pembicaraan untuk mengakhiri program nuklir Utara.

BACA JUGA: AS Dalam Siaga Tinggi Terkait "Hadiah Natal" dari Korea Utara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump telah bertemu tiga kali sejak Juni 2018, tetapi belum ada kemajuan substansial dalam dialog itu. Korea Utara menuntut sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap negaranya dicabut terlebih dahulu sebelum melangkah lebih lanjut, tetapi AS menolak tuntutan tersebut.

Berbicara di Chengdu, China setelah pertemuan dengan Perdana Menteri China, Li Keqiang dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Moon mengatakan ketiga negara sepakat tentang perlunya komunikasi yang erat untuk mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Korea Selatan, China, Jepang, ketiga negara, sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang erat menuju denuklirisasi dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea," kata Moon pada konferensi pers bersama sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (24/12/2019).

“Kami berbagi pandangan bahwa perdamaian di Semenanjung Korea adalah untuk kepentingan bersama ketiga negara, dan memutuskan untuk bekerja sama untuk memastikan bahwa denuklirisasi dan perdamaian terus berlanjut melalui Korea Utara-AS. dialog,” tambahnya.

BACA JUGA: AS-Korea Utara Berunding Pecahkan Kebuntuan soal Nuklir di Swedia

Li mengatakan bahwa ketiga pemimpin menegaskan kembali perlunya mencari resolusi untuk masalah Korea Utara melalui dialog dan agar ketiga untuk bekerja sama dalam hal ini.

China adalah pendukung ekonomi dan diplomatik Korea Utara yang paling penting, meskipun Beijing telah marah dengan uji coba rudal dan nuklir yang berulang kali dilakukan Pyongyang.

Utusan khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun bertemu dengan dua diplomat senior China selama kunjungan dua hari ke Beijing pekan lalu, menyusul pertemuan serupa di Korea Selatan dan Jepang beberapa hari sebelumnya. Saat itu para diplomat melakukan upaya terakhir untuk mencegah konfrontasi baru dengan Pyongyang.

Beijing, bersama dengan Rusia, mengusulkan pekan lalu agar Dewan Keamanan PBB mencabut beberapa sanksi dalam apa yang disebutnya upaya untuk memecahkan kebuntuan saat ini dan berusaha membangun dukungan.

Tetapi sejauh ini tidak jelas apakah Beijing dapat meyakinkan Seoul dan Tokyo untuk mengambil keputusan yang berbeda dengan Washington, yang telah jelas menentang dan dapat memveto resolusi apa pun mengenai pencabutan sanksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini