Share

Suami Cubit dan Pukul Istri yang Tengah Hamil hingga Tewas di Bangkalan

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 24 Desember 2019 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 24 519 2145737 suami-cubit-dan-pukul-istri-yang-tengah-hamil-hingga-tewas-di-bangkalan-x1wq3uB1eB.jpg Barang bukti KDRT di Jatim. (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Perbuatan Mosa (39), warga Desa Cangkareman, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jatim sungguh keterlaluan. Mosa tega mencubit dan memukul istrinya, N (37). Ironisnya, saat kekerasan itu dilakukan, korban tengah hamil enam bulan. Tidak hanya itu, korban juga sedang mengalami kebutaan saat dianiaya tersangka.

Akibat penganiayaan tersebut, korban terpaksa dibawa ke RSUD Sampang, sebelum dinyatakan tewas. Tak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga korban melaporkan pada polisi. Tak sampai 24 jam, polisi berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada November 2019. Tersangka menikah dengan korban pada 1998. Korban mengalami kebutaan sejak sepuluh tahun terakhir.

"Kejadian pertama saat itu tersangka menghampiri korban dengan membawa makanan dan minuman. Namun korban tidak mau makan, melainkan menyemburkannya. Sehingga membuat tersangka emosi, lalu mencubit paha korban sebanyak lima kali," terang Rama, Selasa (24/12/2019).

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Berselang lima hari dari kejadian pertama, sambung Rama, korban meminta tersangka untuk membelikan makanan. Setelah dibelikan makanan, korban tidak mau. Tersangka lantas memukul betis korban dengan gantungan baju.

Selanjutnya korban memegang tongkat dari kayu dan memukulkan pada dirinya sendiri. Rupanya kejadian itu diketahui tersangka dan ditegur. Korban hanya diam saat ditegur tersangka. Namun tersangka mengambil tongkat itu dan memukulkan pada korban.

"Untuk kejadian yang keempat tersangka membawa air yang didapat dari kiai. Lalu tersangka meminumkan pada korban, tapi oleh korban disemburkan. Kemudian tersangka mencubit korban," ucapnya.

Rama menambahkan, pada 17 Desember 2019 korban dibawa pulang ke Camplong oleh keluarganya. Saat di perjalanan korban menceritakan pada keluarganya atas penganiayaan yang dilakukan tersangka pada dirinya.

"Lalu korban dibawa ke RSUD Sampang. Setelah tiga hari dirawat, keluarga membawa pulang korban karena tidak ada perkembangan. Korban akhirnya meninggal dunia, dan keluarga melaporkan pada Polres Bangkalan. Lalu tersangka ditangkap," ujar Rama.

Menurut Rama, tersangka akan dijerat dengan pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) dan ayat (3) Jo pasal 5 huruf A UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau pasal 351 ayat(2) dan ayat (3) KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian. Adapun ancaman hukumannya 7 tahun sampai 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini