Tim Geologi Duga Lubang Raksasa di Maros Terjadi Akibat Reaksi Batu Gamping

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 24 Desember 2019 23:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 24 609 2145732 tim-geologi-duga-lubang-raksasa-di-maros-terjadi-akibat-reaksi-batu-gamping-0OH1LVKUIA.jpg

MAKASSAR - Tim Geologi Universitas Hasanudin (Unhas) meninjau lokasi tanah yang ambles hingga berbentuk lubang raksasa atau sinkhole di Dusun Tana Takko, Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kedatangan tim geologi ini, untuk melakukan observasi awal di lokasi tanah yang ambles, selanjutnya tim geologi bakal mengambil sampel atau data selama dua hari di permukaan tanah yang terdapat di dalam lubang.

Dosen Geologi Unhas, Ahli Geologi Dibawah Permukaan, Jamal Rauf Husain mengatakan, tim geologi Unhas melakukan observasi tahap awal di sekitar lokasi amblesnya tanah.

Di mana tanah yang ambles hingga membentuk lubang raksasa dengan dugaan awal memliki kedalaman diprediksi 50 meter dan memiliki ukuran 20 berdiameter.

Baca Juga: Suara Gemuruh Awali Munculnya Lubang Raksasa di Tanah Sulawesi

"Kami tim geologi juga akan melihat kondisi lubang atau kondisi tanah yang runtuh ini, apalagi tanpa melihat kondisi tanah dan batu yang terdapat di dalam lubang sulit untuk membuat suatu kesimpulan apa penyebab runtuhnya tanah," kata Rauf saat ditemui di lokasi lubang.

Pihak tim geologi belum bisa memberikan kesimpulan terbaru, karena masih dilakukan observasi pendahuluan di lokasi tanah ambles di tengah persawahan warga.

"Dalam geologi sendiri selalu mengambil sampel by data untuk mengetahui penyebab ilmiah tanha yang ambles ke bawah," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa di daerah Maros ini merupkan satu batuan formasi tonasa, yang disusun oleh batu gamping. Dikatakan pada awal musim hujan, air akan bersifat asam, kemudian batuan yang ada di bawah tanah merupakan batu gamping yang bersifat basah.

"Sehingga terjadi pelarutan-pelarutan yang diperkirakan di dalam lubang terdapat banyak gua-gua atau lubang-lubang," ungkapnya.

Dikatakan Jamal pembetukan fenomena ini biasa disebut sinkhole, sehingga ada air yang keluar dari permukaan tanah, yang ada di bawah lubang

Menurutnya fenomena alam seperti ini, di dalam ilmu geologi biasa terjadi dan normal. "Fenomena alam ini biasa terjadi dan normal saja," tutur Jamal.

Tim geologi dari Unhas akan menurunkan beberapa tim untuk mengambil data di bahwa lubang/ permukaan tanah, diperkirakan pengambilan data berlasung dua hari, di dalam lubang.

"Inshaallah kalau kita dibantu mengambil data di dalam permukaan tanah kita bisa selesaikan dalam jangka waktu dua hari," ungkapnya.

Saat ini aparat kepolisian turut memperluas pemasangan garis polisi, di area sekitar lubang, untuk menghimbau warga untuk tidak mendekat ke lubang selama pengambilan sampel oleh tim geologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini