nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditahan Selama 15 Tahun, Bapak Bom Atom Pakistan Memohon Pembebasan Pengadilan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 25 18 2145896 ditahan-selama-15-tahun-bapak-bom-atom-pakistan-memohon-pembebasan-pengadilan-sr8gfx4Xjz.jpg Dr. Abdul Qadeer Khan. (Foto: Reuters)

ISLAMABAD - Ilmuwan atom yang paling bertanggung jawab untuk menjadikan Pakistan sebagai negara berkapabilitas nuklir telah meminta Mahkamah Agung negara itu untuk membebaskannya. Dr. Abdul Qadeer Khan telah menghabiskan hampir 15 tahun dalam tahanan rumah, terputus dari keluarga dan teman-temannya.

Pria yang dianggap sebagai bapak bom atom Pakistan itu ditahan pada 2004 setelah mengaku memberikan teknologi nuklir secara ilegal ke Iran, Libya dan Korea Utara. Dia pertama kali dipenjara oleh pemerintah Jenderal Pervez Musharraf, yang digulingkan pada 2008 dan baru-baru ini divonis mati secara in absentia karena pengkhianatan.

BACA JUGA: Perang Nuklir India-Pakistan dapat Tewaskan 125 Juta Jiwa dalam Sepekan

Sekarang di usia 83 tahun, Khan mengajukan petisi ke pengadilan tertinggi di Pakistan untuk melonggarkan rezim keamanan terhadap dirinya, mengatakan bahwa tindakan itu melanggar hak asasi manusianya.

Meski masa tahanan rumahnya secara resmi berakhir pada 2009, langkah-langkah yang menggantikannya mengharuskan Khan untuk memberi tahu pihak berwenang tentang semua gerakannya terlebih dahulu dan disertai oleh personel keamanan di mana-mana.

"Dapatkah otoritas pemerintah diizinkan melanggar perlindungan konstitusional sambil menahan pemohon untuk tidak bertemu dengan orang-orang terdekatnya, para pelayan, anggota keluarga, teman, jurnalis, staf pengajar di berbagai perguruan tinggi, universitas, pejabat tinggi dan birokrat?" Kata ilmuwan itu dalam petisinya sebagaimana dilansir RT, Rabu (25/12/2019).

Peran Khan diakui dalam pembentukan program pengayaan uranium Pakistan, dan mengepalai laboratorium penelitian nuklir di Kahuta, Punjab sampai dia pensiun pada 2001. Pakistan melakukan uji senjata atom pertamanya pada 1998.

BACA JUGA: PM Khan: Pakistan Akan Serahkan Senjata Nuklir Jika India Juga Melakukannya

Namun, dia berubah dari pahlawan menjadi penjahat hampir dalam semalam, ketika pemerintah Musharraf mendapat kecaman dari Barat karena diduga menjual teknologi senjata nuklir ke "negara-negara jahat". Khan menyatakan bertanggungjawab atas tuduhan itu, yang membuatnya dihukum di bawah tahanan rumah.

Dalam petisinya, Khan dilaporkan mengatakan bahwa dia merasa bangga telah melakukan tugasnya untuk mengamankan Pakistan dari "mata jahat" para tetangga dan musuh lainnya, dan bahwa dia adalah seorang lelaki tua yang sedang sakit yang tidak seharusnya dijaga agar selalu dikekang dan takut akan masalah luka fisik.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini