nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Hukum Gantung Pria China Atas Pembunuhan Keluarga Pengusaha

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 12:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 26 18 2146174 jepang-hukum-gantung-pria-china-atas-pembunuhan-keluarga-pengusaha-6474IneCF5.jpg Ilustrasi.

TOKYO - Jepang pada Kamis, 26 Desember menggantung seorang pria China yang dihukum karena pembunuhan empat orang dalam satu keluarga yang mayatnya ditemukan diborgol dan dibebani dengan dumbel di sebuah teluk.

Menteri Kehakiman Jepang, Masako Mori mengatakan dia memerintahkan eksekusi Wei Wei "setelah pertimbangan yang seksamaā€¯ terkait perampokan dan beberapa pembunuhan yang dia lakukan dengan dua siswa lain pada 2003.

BACA JUGA: Jepang Hukum Gantung Pembunuh dan Pemerkosa

"Ini adalah kasus yang sangat kejam dan brutal di mana anggota keluarga yang hidup bahagia, termasuk yang berusia delapan tahun dan 11 tahun, semuanya dibunuh karena alasan yang benar-benar egois," katanya sebagaimana dilansir AFP, Kamis (26/12/2019).

Wei, seorang mantan siswa bahasa berusia 40 tahun di Jepang, telah mengaku bersalah atas empat dakwaan pembunuhan tetapi telah menyatakan bahwa dia bukan tokoh sentral dalam kasus itu.

Dia dan dua siswa lainnya, yang dilaporkan terpikat oleh uang, merampok rumah seorang pengusaha Jepang Shinjiro Matsumoto, 41 tahun, di barat daya kota Fukuoka pada Juni 2003 dan mencekiknya dengan dasi. Istrinya yang berusia 40 tahun, Chika, ditenggelam di bak mandi dan anak-anak dicekik atau dibekap.

Mayat para korban ditemukan dibuang di Teluk Hakata di Fukuoka, diborgol dan diberi beban di kakinya.

Dua tersangka lainnya melarikan diri ke China tetapi ditangkap di sana.

Menurut surat kabar Asahi Shimbun, eksekusi warga asing pertama sejak kementerian mulai mengumumkan nama-nama tahanan yang dieksekusi dilakukan pada 2009. Saat itu seorang pria China digantung karena membunuh tiga orang China lainnya yang tinggal bersamanya di dekat Tokyo dan karena melukai tiga orang.

BACA JUGA: Menteri Kedua dalam Kabinet Jepang Mundur Karena Skandal Pemberian Hadiah

Eksekusi ini adalah yang kedua pada 2019 setelah Jepang menggantung dua pria yang dihukum karena pembunuhan pada Agustus.

Dengan lebih dari 100 narapidana yang dijatuhi hukuman mati, Jepang adalah salah satu dari sedikit negara maju yang mempertahankan hukuman mati. Dukungan publik terhadap hukuman mati juga tetap tinggi meskipun ada kritik internasional, termasuk dari kelompok-kelompok hak asasi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini