nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Berita Jepang Salah Laporkan Peluncuran Rudal Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 27 18 2146516 kantor-berita-jepang-salah-laporkan-peluncuran-rudal-korea-utara-ExrzvU07Hy.jpg Foto: AFP.

TOKYO – Kantor berita Jepang NHK pada Jumat, 27 Desember mengirim buletin berita yang secara tidak benar melaporkan Korea Utara telah meluncurkan rudal ke perairan sebelah timur kepulauan Jepang. NHK mengeluarkan permintaan maaf beberapa jam kemudian menjelaskan bahwa berita itu adalah pelatihan peringatan bagi media.

Peringatan berita itu muncul saat Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Asia Timur khawatir akan peringatan Pyongyang bulan ini tentang kemungkinan "hadiah Natal" bagi Washington. Para pakar menduga “hadiah” yang dimaksud adalah uji coba rudal jarak jauh.

BACA JUGA: Korea Utara Ancam Jepang dengan "Peluncuran Rudal Balistik Sungguhan"

Buletin NHK, yang dikirim 22 menit setelah tengah malam di situsnya, berbunyi: "Rudal Korea Utara terlihat jatuh ke laut sekitar 2.000 km di timur Tanjung Erimo Hokkaido", yang menyiratkan jalur penerbangan rudal itu melintas di atas wilayah Jepang.

Pada pukul 2.28 pagi, NHK mengeluarkan permintaan maaf di situs resminya, menjelaskan bahwa teks itu dimaksudkan untuk tujuan pelatihan dan "tidak benar".

"Kami meminta maaf kepada pemirsa kami dan publik," kata NHK sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (27/12/2019).

Memperingatkan warga tentang bencana dan ancaman keamanan adalah salah satu mandat bagi stasiun penyiaran yang didanai publik, yang para pembaca berita secara teratur dan sering mengadakan latihan untuk gempa bumi dan liputan bencana lainnya.

Ketika Korea Utara meluncurkan rudal yang terbang di atas Tanjung Erimo di ujung utara Jepang pada 2017, peringatan menyebar melalui sirene dan peringatan "J-alert" yang dikeluarkan pemerintah pada jutaan ponsel di seluruh Jepang, membuat beberapa orang tidak bisa tidur.

NHK juga mengirim peringatan berita yang salah tentang misil Korea Utara yang salah pada Januari tahun lalu.

BACA JUGA: VIDEO: Ini Detik-Detik Sirine Peringatan Bangunkan Jutaan Warga Jepang Saat Rudal Korut Melintas

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memberikan tenggat waktu bagi AS sampai akhir tahun untuk mengusulkan konsesi baru dalam pembicaraan mengenai persenjataan nuklir negaranya dan mengurangi ketegangan antara kedua negara.

Tes terakhir dari rudal balistik antarbenua Korea Utara dilakukan pada November 2017 ketika Pyongyang menembakkan Hwasong-15, rudal terbesar yang pernah diuji. Pyongyang mengatakan rudal itu mampu menjangkau seluruh wilayah AS.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini