Jelang Tahun Baru 2020, Ukraina Bertukar Tahanan dengan Pemberontak Pro-Rusia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 Desember 2019 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 30 18 2147410 jelang-tahun-baru-2020-ukraina-bertukar-tahanan-dengan-pemberontak-pro-rusia-EHnQSMlZBR.jpg Foto: Reuters.

KIEV - Pasukan pemerintah Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur Ukraina telah menyelesaikan pertukaran tahanan besar-besaran, pada Minggu 29 Desember. Kedua pihak mengangkut para tahanannya masing-masing dengan bus ke titik pertukaran di wilayah Donbass.

Pertukaran tahanan itu diharapkan membantu membangun kepercayaan antara kedua belah pihak yang bertikai mengenai bagaimana menerapkan kesepakatan damai setelah kehilangan lebih dari 13.000 nyawa. Namun, perbedaan pendapat utama mengenai kesepakatan tersebut tetap ada dan normalisasi penuh hubungan kedua belah pihak masih jauh untuk tercapai.

BACA JUGA: Bertemu di Paris, Putin dan Zelensky Sepakati Gencatan Senjata Ukraina-Rusia

Ukraina mengatakan 76 tahanan pro-pemerintah telah diserahkan, sementara separatis mengatakan mereka mengambil 120 tahanan selama pertukaran di pos pemeriksaan dekat kota industri Horlivka.

"Hal utama adalah bahwa orang-orang itu berada di rumah sebelum Tahun Baru... Saya senang, saya pikir mereka juga," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagaimana dilansir Reuters, Senin (30/12/2019).

Zelensky yang turut menyambut para tahanan yang kembali itu bersama kerabat mereka di bandara menyampaikan terima kasih pada para pemimpin negara dalam kelompok “Normandy Four”, yang terdiri dari Rusia, Jerman, Prancis, dan Ukraina, atas bantuan mereka menjadi perantara pertukaran tahanan dalam pertemuan di Paris, Prancis awal bulan ini.

“Beberapa warga Ukraina tetap ditahan baik di Rusia maupun Donbass dan mungkin akan ditukar di masa depan,” kata Zelenskiy.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut baik pertukaran itu.

BACA JUGA: NATO: Rusia Harus Menarik Pasukan dari Ukraina

"Pertukaran tahanan yang selesai hari ini adalah tindakan kemanusiaan yang sudah lama ditunggu-tunggu," kata mereka dalam pernyataan bersama, menyerukan implementasi penuh gencatan senjata.

Pertempuran sporadis berlanjut di wilayah timur Ukraina, meskipun konflik besar telah mereda.

Hubungan antara Ukraina dan Rusia rusak setelah pencaplokan semenanjung Krimea oleh Moskow pada 2014 dan dukungan selanjut Kremlin untuk separatis di Ukraina timur.

Terjadi beberapa pertukaran tahanan antara Kiev dan separatis. Dalam pertukaran terakhir, pada Desember 2017, Ukraina menyerahkan sekitar 300 tawanan dengan imbalan sekira 70 orang tentara mereka. Pada September, Rusia dan Ukraina juga menukar puluhan tahanan.

Hubungan antara kedua negara telah menunjukkan tanda-tanda membaik di bidang lain juga, termasuk di sektor gas, di mana Kiev dan Moskow sedang mendiskusikan kontrak transit baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini