Warga Korsel Kritik Dubes AS karena Berkumis Tebal

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 Desember 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 30 18 2147418 warga-korsel-kritik-dubes-as-karena-berkumis-tebal-Zdx2OPazhG.jpg Duta Besar AS untuk Korea Selatan, Harry Harris. (Foto: AP)

SEOUL – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Seoul membela keputusannya untuk menumbuhkan kumis yang dikritik oleh sebagian warga Korea Selatan karena dianggap tidak sopan dan meremehkan.

Harry Harris menjabat sebagai duta besar AS untuk Korea Selatan pada Juli 2018 setelah 40 tahun berkarier di Angkatan Laut AS.

Berbicara kepada The Korea Times, Harris yang mencukur habis kumisnya saat menjadi seorang laksamana Angkatan Laut AS mengatakan, sengaja memutuskan menumbuhkan kumis untuk menandai perubahan kariernya.

"Saya ingin memutuskan membuat perubahan antara hidup saya sebagai perwira militer dan hidup baru saya sebagai seorang diplomat," katanya sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (30/12/2019).

“Saya mencoba untuk menjadi lebih tinggi, tetapi saya tidak bisa tumbuh lebih tinggi, jadi saya mencoba untuk menjadi lebih muda, tetapi saya tidak bisa menjadi lebih muda. Tetapi saya bisa menumbuhkan kumis, jadi saya melakukan itu ”.

Komentar itu disampaikan Harris menanggapi suara-suara yang mengatakan bahwa kumis barunya adalah penghinaan terhadap Korea.

Pemerintah AS telah dikritik di Korea Selatan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menuntut USD5 miliar per tahun untuk tetap menempatkan pasukan di Korea Selatan. Sebagai wajah dari pemerintah AS di Korea Selatan, Harris menjadi sasaran sebagian besar kritik tersebut.

Harris juga dikritik karena etnisnya sebagai putra dari ayah seorang perwira angkatan laut AS dan ibu perempuan Jepang. Pria kelahiran Yokosuka, Jepang itu dituding memiliki kedekatan dengan Jepang yang memiliki sejarah kurang baik dengan negara-negara di Semenanjung Korea.

Semenanjung Korea menjadi protektorat Jepang pada 1905 dan bagian dari kekaisaran Jepang dari 1910 hingga akhir Perang Dunia Kedua pada 1945.

Beberapa warga Korea Selatan menuduh Harris menumbuhkan kumis yang mengingatkan kembali pada tahun-tahun pemerintahan kolonial dengan alasan bahwa kedelapan gubernur jenderal Jepang di Korea juga memiliki kumis.

Menepis kontroversi, Harris mengatakan: "Yang bisa saya katakan adalah bahwa setiap keputusan yang saya buat didasarkan pada fakta bahwa saya adalah duta besar Amerika untuk Korea, bukan duta besar Jepang-Amerika untuk Korea".

Ditanya apakah ia bermaksud mencukur kumisnya untuk memadamkan kritik, dia menjawab, "Anda harus meyakinkan saya bahwa entah bagaimana kumisnya dipandang dengan cara yang merusak hubungan kita".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini