nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SMP di Papua Barat Tewas Tercabik-cabik Buaya

Chanry Andrew S, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 12:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 03 340 2148796 siswa-smp-di-papua-barat-tewas-tercabik-cabik-buaya-kPsDh9aO19.JPG Siswa SMP tewas dimangsa buaya di Papua Barat (Foto: Okezone.com/Chanry Andrew)

BINTUNI - Seorang siswa SMP Negeri Tembuni, Galuh Fonataba (14), yang sempat dilaporkan hilang di Sungai Tembuni, sejak Kamis 2 Januari 2020 kemarin berhasil ditemukan pada Jumat (3/1/2020) pagi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jasad korban ditemukan setelah pihak Polres Teluk Bintuni dan warga setempat melakukan pencarian sejak korban dilaporkan hilang sejak kemarin. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan anggota tubuh sudah tidak utuh.

Kepala korban nyaris putus, mata dan telinga sebelah kanan hilang, kedua lengan dan kaki kiri korban habis terporong. Berdasarkan keterangan Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Teluk Bintuni, Ipda Herman Rumfabe, korban pertama kali ditemukan sekira pukul 03.00 WIT, di kawasan Kali Potong kurang lebih ratusan meter ke arah hulu dari TKP.

"Saat itu, kami dengar bunyi yang cukup keras dari sebelah sungai. Karena kami berada di situ semalaman. Setelah kami senter ke arah bunyi tersebut, korban kami lihat tengah dibanting buaya itu," terang Rumfabe.

Korban Buaya di Papua Barat

Lantaran tidak ada perahu, tim memutuskan untuk memantau dari jauh sambil menunggu warga datang. Petugas juga sempat meletuskan tembakan beberapa kali untuk mengusir buaya. Selang beberapa jam kemudian, beberapa warga tiba di lokasi dengan menggunakan perahu fiber.

Warga sempat melihat buaya tersebut berada di tepi sungai. Beberapa warga yang membawa senapan tabung, langsung secara spontan menembak buaya tersebut bertubi-tubi sehingga akhirnya jasad korban berhasil dilepaskan. 

"Begitu buaya melepas korban, kami sempat menunggu beberapa saat untuk memantau keberadaan buaya itu. Setelah kami rasa sudah aman, sekitar pukul 07.00 WIT korban langsung kami evakuasi untuk ditangani pihak medis," tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini