nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir, Menteri Nadiem Gandeng PUPR dan Pemda

Hairunnisa, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 06 65 2149726 rehabilitasi-sekolah-terdampak-banjir-menteri-nadiem-gandeng-pupr-dan-pemda-cQtNWocAso.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA – Banjir dan hujan badai di wilayah Jabodetabek dan Banten juga menyebabkan rusaknya fasilitas sekolah. Salah satu yang mengalami kerusakan parah akibat badai hujan adalah SD Negeri Cirimekar 02, Cibinong, Bogor.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pun melakukan peninjauan terhadap sekolah tersebut di hari pertama kegiatan belajar mengajar. Di sana, Nadiem meninjau beberapa ruang kelas yang rusak dan melihat kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan di tenda darurat yang disediakan di lapangan.

 Baca juga: 'Mas' Menteri Nadiem Main Drama, Jokowi: Masih Kelihatan Anak SMA

"Kami berkoordinasi terus dengan pihak-pihak baik pembina provinsi dan pusat untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak kepada bencana banjir maupun juga badai hujan yang terjadi," ungkapnya mengutip akun live instagram Kemendikbud, Jakarta, Senin (6/1/2020).

 Nadiem Makarim

Nadiem juga menjelaskan, timnya memberikan bantuan berupa satu unit tenda kelas darurat, 600 ekslempar buku modul belajar mandiri, 150 ekslempar untuk materi eksensial, 1.800 ekslempar buku cerita, dan buku-buku lainnya.

Baca juga:  Nadiem Makarim Satu-satunya WNI Masuk Daftar Time 100 Next 2019

"Hal ini dilakukan biar adik-adik tidak tertinggal pelajaran," ujarnya.

Selain buku-buku, Kemendikbud juga akan memberikan sembako dan berencana akan memberikan tunjangan khusus bagi para guru-guru yang terkena dampak banjir dan badai selama tiga bulan. Hal ini diberikan untuk mementingkan kesejahteraan guru dari masa transisi saat ini yang sangat sulit untuk membantu anak-anak beradaptasi.

"Terkait rehabilitasi sekolah, kami akan berkoordinasi dengan melibatkan Pemda dan Kementrian PUPR," jelasnya.

 Baca juga: Ini Jadwal Lengkap SNMPTN dan UTBK SBMPTN 2020

Nadiem menjelaskan, sudah lumayan banyak sekolah yang rusak, akan tetapi sampai sekarang pihaknya belum memverifikasi beberapa total sekolah yang terdampak banjir ataupun rusak akibat hujan. Hal ini diakibatkan oleh kerusakan sekolah yang disebabkan bukan hanya banjir saja.

"Dari tahun 2020 ini, kami akan membantu dengan melakukan berbagai macam survei sensus dan berkoordinasi dengan PUPR dan pemda setempat. Kami pun ada rehabilitasi dan pendanaan yang lebih difokuskan kepada daerah tertinggal," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dengan jumlah bencana yang terjadi secepat ini koordinasi lintas kementerian dan lintas pemerintah pusat dan pemda menjadi prioritas utama. Dikarenakan jika hal ini tidak di proyek oleh berbagai macam instansi, maka tidak akan beres.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini