nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agar Mahasiswa Tak Gaptek, Unej Akan Masukkan TIK Jadi Mata Kuliah Umum

Hairunnisa, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 14:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 06 65 2149812 agar-mahasiswa-tak-gaptek-unej-akan-masukkan-tik-jadi-mata-kuliah-umum-8cg6CA6NRN.jpg FGD Universitas Jember. (Foto: Okezone.com/Unej)

JAKARTA - Masyarakat Indonesia kini makin akrab dengan berbagai aplikasi yang berbasis pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kebiasaan ini pun mulai mengubah lanskap kehidupan, dari bepergian hingga belanja barang.

Kemajuan TIK juga menghapus sekian banyak pekerjaan lama, tapi sekaligus menciptakan pekerjaan baru.

Lantas bagaimana perguruan tinggi harus menghadapi perubahan ini? Lulusan seperti apa yang dibutuhkan agar mampu beradaptasi dengan kondisi ini?

Baca Juga: Universitas Jember Akan Bangun Kampus Baru di Klakah

“Lulusan perguruan tinggi diharapkan adaptif terhadap perubahan yang makin kerap terjadi alias disrupsi, wajib melek literasi digital, selain tentunya kompeten di bidangnya,” ungkap Vice President Data Gojek Syafri Bahar dikutip dari laman Universitas Jember, Senin (6/1/2020).

Universitas Jember

Dirinya mencontohkan kondisi di Gojek saat ini, yang memberikan otonomi bagi karyawan untuk mengambil keputusan di bidang tertentu asal sudah melalui prosedur yang ditetapkan dan didukung oleh data.

Baca Juga: 2 Wisudawan Ini Cetak IPK Tertinggi di Universitas Jember

“Di Gojek tidak ada jam kerja dan hari libur, karyawan bisa bekerja sesuai keinginannya asal target yang sudah ditetapkan bisa dipenuhi. Kalau mau libur yang libur saja, tapi tentu jika ada masalah yang timbul maka harus segera diselesaikan. Dari pengalaman saya, banyak pelamar ke Gojek yang secara akademis memenuhi syarat namun gagal saat diuji harus menyelesaikan problem yang tidak ada dalam textbook,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia masih banyak memerlukan data scientist untuk memenuhi perkembangan industri berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan perusahaan start up (rintisan), yang kebutuhannya mencapai 600 ribu orang per tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Universitas Jember Zulkifar menegaskan bahwa kampusnya telah melakukan banyak hal dalam rangka menyiapkan lulusan yang siap berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0. Salah satunya dengan memperkenalkan aplikasi TIK dalam proses belajar mengajar, seperti dengan peluncuran Sistem Informasi Terpadu (Sister) Next Generation yang lebih canggih dan memudahkan mahasiswa saat memakainya.

“Kami juga berencana memasukkan TIK sebagai salah satu muatan Mata Kuliah Umum sehingga diharapkan semua lulusan Kampus Tegalboto memiliki kemampuan literasi digital. Universitas Jember juga tengah menyusun rencana pembukaan program studi yang terkait data scientist dan program studi aktuaria. Insyaallah prosesnya akan dimulai tahun 2020 nanti,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini