nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Jakarta Bisa Diatasi dengan Pengendalian Air Terpadu, Ini Penjelasannya!

Hairunnisa, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 14:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 07 65 2150222 banjir-jakarta-bisa-diatasi-dengan-pengendalian-air-terpadu-ini-penjelasannya-0fw0y4FXJa.jpg Rumah Banjir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bencana banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Banten memang mencuri perhatian banyak pihak, pasalnya banjir ini terjadi saat di awal tahun 2020.

Seorang pakar teknik sumber daya air UGM, Prof. Budi Santoso Wignyosukarto telah memberikan sejumlah masukan untuk mengatasi banjir yang terjadi di ibu kota salah satunya melalui model pengendalian air secara terpadu (integrated water resource management/IWRM).

Dia mengatakan, pengelolaan banjir merupakan salah satu bagian dari pengelolaan sumber daya air. Dalam pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara hidrologis, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga: Musim Hujan, Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Aman

“Kenapa harus dikelola secara terpadu karena ada konflik nilai sosial, ekonomi, lingkungan dan politik di dalamnya,” tuturnya dilansir dari laman UGM, Selasa (7/1/2020).

Budi menuturkan banjir di Jakarta terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi, tetapi drainase internal tidak mampu mengalirkan air dengan baik. Oleh sebab itu, harus dilakukan manajemen air yang baik.

Selain itu, juga melakukan manajemenisasi penggunaan tanah untuk daerah resapan air serta manajemenisasi manusia dalam mengelola sumber daya air.

Bak Tsunami, Kondisi Perumahan Pondok Gede Permai usai Banjir 

Terkait langkah normalisasi ini, Budi menyebutkan bahwa hal ini dapat dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengatasi banjir. Dalam mendukung upaya menormalisasi saluran drainase, maka harus lebih diperkuat lagi strukturnya dengan beton agar tahan erosi.

“Naturalisasi juga salah satu cara untuk mengatasi banjir. Namun, perlu diingat untuk membuat saluran naturalisasi dengan debit besar membutuhkan tampang luas dan apakah Jakarta bisa membuat tampang lebar dengan membuang penduduk di tepi sungai?” katanya.

Bak Tsunami, Kondisi Perumahan Pondok Gede Permai usai Banjir 

Sistem polder yang merupakan kombinasi tanggul dan pompa, disebutkan Budi, juga dapat digunakan untuk mengatasi banjir. Konsep ini bisa dipakai di sejumlah tempat dengan ketinggian muka air tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.

“Upaya lain untuk mengurangi banjir dengan memperbanyak ruang terbuka hijau untuk daerah resapan,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini