nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunuh 19 Penyandang Disabilitas, Pria Jepang Mengaku Tidak Bersalah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 08:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 08 18 2150767 bunuh-19-penyandang-disabilitas-pria-jepang-tidak-mengaku-bersalah-L0BqkhKf61.jpg Satoshi Uematsu mengaku ingin membaski penyandang disabilitas di tempat kerjanya. (Foto/Reuters)

YOKOHAMA – Satoshi Uematsu mengaku tidak bersalah atas tuduhan membunuh 19 penyandang disabilitas dan melukai 26 lainnya pada 2016 di pusat perawatan di Kota Sagamihara, Jepang.

Hal ini disampaikannya saat menjalani sidang perdana pada Rabu, (8/1/2020), yang menarik kehadiran 2.000 orang meski kapasitas kursi di ruang sidang hanya 26 unit.

Satoshi, mantan karyawan pusat perawatan tidak membantah keterlibatannya saat membunuh para korban.

Setelah jaksa membacakan rincian dakwaan, hakim bertanya kepada Satoshi "adakah dalam dakwaan yang berbeda dari fakta?"

"Tidak, tidak ada," jawab Satoshi melansir Channel News Asia.

Foto/AFP

Meskipun dia mengakui pembunuhan itu, pengacara Satoshi mengajukan pembelaan tidak bersalah dengan mengatakan bahwa kliennya menderita gangguan mental karena menggunakan ganja.

"Dia menyalahgunakan ganja dan menderita penyakit mental. Dia menjadi orang yang berbeda (setelah mengisap ganja) dan akibatnya, insiden ini terjadi," kata pengacaranya.

"Dia dalam kondisi di mana dia tidak memiliki kapasitas untuk bertanggung jawab," lanjut pengacara Satoshi.

Sementara itu, jaksa penuntut mengatakan mereka akan membuktikan bahwa Satoshi mampu mengambil tanggung jawab atas pembunuhan yang dia lakukan. Jaksa menambahkan bahwa serangan itu tidak manusiawi dan tidak ada ruang untuk keringanan hukum.

Jalannya sidang sempat terganggu karena Satoshi mencoba memasukkan sesuatu ke mulutnya. Petugas yang melihat insiden itu mencoba mengamankannya hingga hakim menunda persidangan.

Sidang dilanjutkan kembali pada sore hari tanpa kehadiran Satoshi.

Satoshi menghadapi hukuman mati jika dia dinyatakan bersalah atas enam dakwaan, termasuk pembunuhan. Pengadilan akan memvonis Satoshi pada 16 Maret.

Basmi penyandang disabilitas

Satoshi dilaporkan ingin membasmi semua penyandang disabilitas mental di tempatnya bekerja. Setelah serangan itu dia menyerahkan diri ke polisi dengan membawa pisau berlumuran darah.

Sebelum melakukan aksinya, Satoshi dirawat di rumah sakit karena memberi tahu rekan-rekannya bahwa dia bermaksud membunuh penyandang disabilitas di tempat dia bekerja.

Namun dia hanya dirawat 12 hari, setelah seorang dokter menyatakan Satoshi bukan ancaman.

Satoshi juga menulis surat yang menyebutkan bahwa penyandang disabilitas mental hanya menciptakan ketidakbahagiaan.

Sejak penangkapannya, pria 29 tahun itu tidak menunjukkan penyesalan. Dalam sebuah wawancara dengan media Jepang, Satohsi mengatakan bahwa mereka yang memiliki disabilitas mental tidak punya hati, dan tidak ada gunanya mereka hidup.

"Saya harus melakukannya demi masyarakat," kata Satoshi mengenai serangannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini