nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teliti Radang Empedu di Anjing, Mahasiswa IPB Ini Jadi Lulusan Terbaik

Vania Halim, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 17:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 65 2150732 teliti-radang-empedu-di-anjing-mahasiswa-ipb-ini-jadi-lulusan-terbaik-hMXPsFoLXh.jpg Mahasiswa IPB Sharon Gunardi. (Foto: Okezone.com/Dok. IPB)

JAKARTA - Studi terbaru dari Ilmu Kedokteran Hewan mengungkapkan bahwa prevalensi penyakit di saluran empedu ekstrahepatik meningkat. Salah satunya adalah radang kantung empedu pada hewan.

Dengan kejadian tersebut, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Univeristas IPB Sharon Gunardi tertarik untuk meneliti soal peradagan kandung empedu pada anjing. Penelitiannya berjudul Studi Cholecystitis pada Anjing Berdasarkan Gambar Ultrasonografi dan Pemeriksaan Darah.

Baca Juga: IPB Kembangkan Minuman dari Ekstrak Kumis Kucing

Dalam penelitiannya, Sharon dibimbingan Dr. Drh Setyo Widodo dan Rini Madyastuti, SSi, Apt, MSi. Dia memilih topik yang berhubungan dengan penyakit saluran empedu pada anjing karena memiliki minat dan ingin mempelajari lebih lanjut.

Melansir laman IPB, Rabu (8/1/2020), Sharon mengatakan bahwa studi non-eksperimental ini menggunakan data sekunder dari Rumah Sakit Pendidikan Hewan (RSHP) Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas IPB. Analisis data dilakukan dari November 2018 hingga Maret 2019.

Baca Juga: IPB Siap Terima 4.100 Mahasiswa pada Tahun Ajaran 2020

Penelitian ini didukung oleh data sekunder yang cukup lengkap, berupa data pencitraan ultrasound dari kantung empedu, pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) dan tes biokimia darah, sehingga interpretasi dapat dilakukan untuk memahami penyakit tersebut.

"Dari delapan anjing, disimpulkan bahwa koelsistitis yang terjadi pada dua anjing adalah kolesistitis aspetik atau steril. Dan enam anjing lainnya menderita kolesistitis septik," kata Sharon.

Sharon berharap melalui penelitiannya, dokter hewan dapat mempertimbangkan kolesistitis dalam diganosis banding untuk mendiagnosisi hepatobilier dengan gejala klinis yang serupa.

Melalui penelitian ini, Sharon menjadi salah satu lulusan terbaik di kampusnya pada Desember 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini